NewsMetro

Pemkot Kendari Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026, Sediakan 700 Lowongan dari 30 Perusahaan

27
×

Pemkot Kendari Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026, Sediakan 700 Lowongan dari 30 Perusahaan

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI – Pemerintah Kota Kendari membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan melalui Kendari Job Fair 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Kendari Siska Karina Imran di Aula Teporombua Balai Kota Kendari tersebut, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Kendari itu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Selama tiga hari pelaksanaan, mulai 22 hingga 24 Juli, sekitar 30 perusahaan nasional maupun lokal membuka sekitar 700 peluang kerja di berbagai bidang usaha.

Sejak hari pertama, lokasi kegiatan dipadati para pencari kerja yang datang untuk mencari informasi sekaligus mengikuti proses rekrutmen dari perusahaan peserta. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses lapangan pekerjaan yang lebih luas.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan, penyelenggaraan Job Fair merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun sektor ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, tersedianya lapangan kerja menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemerintah hadir untuk menjembatani kebutuhan perusahaan dengan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Karena itu, Job Fair ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran di Kota Kendari,” ujarnya.

Siska menjelaskan, tantangan ketenagakerjaan di daerah perkotaan semakin kompleks seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya mobilitas masyarakat dari berbagai daerah. Kondisi tersebut menuntut pemerintah tidak hanya menyediakan informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Karena itu, Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan vokasi dan pengembangan keterampilan. Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Balai Perluasan Kesempatan Kerja, serta sejumlah lembaga pelatihan lainnya.

Selain pelatihan, pemerintah juga melakukan pendataan potensi masyarakat hingga tingkat kelurahan. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menyusun program pelatihan yang lebih tepat sasaran sesuai kemampuan maupun minat warga.

“Kami ingin setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Dengan mengetahui kompetensi yang dimiliki masyarakat, pemerintah bisa memberikan pelatihan yang sesuai sehingga peluang mereka diterima bekerja semakin besar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakerperin Kota Kendari Farida Agustina mengatakan Kendari Job Fair 2026 tidak hanya menjadi ajang rekrutmen tenaga kerja, tetapi juga media penyebarluasan informasi pasar kerja kepada masyarakat.

Puluhan perusahaan peserta menawarkan lowongan di berbagai sektor, mulai dari pertambangan, perdagangan, ritel, otomotif, jasa penyedia tenaga kerja, pembangkit listrik hingga industri pengolahan pangan.

Farida menambahkan, penyelenggaraan tahun ini juga memberikan perhatian terhadap kesetaraan kesempatan kerja. Dua perusahaan peserta membuka formasi khusus bagi penyandang disabilitas sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya dunia kerja yang lebih inklusif.

Selain layanan rekrutmen, masyarakat juga dapat memperoleh konsultasi mengenai pelatihan kerja, peningkatan kompetensi, hingga peluang bekerja di luar negeri melalui stan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BVP), Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara, dan Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BKK).

Melalui Kendari Job Fair 2026, Pemerintah Kota Kendari berharap semakin banyak masyarakat memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya. Di sisi lain, dunia usaha juga diharapkan mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas sehingga mampu mendukung pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah secara berkelanjutan.(SM)