DaerahNews

Belum Beroperasi, PT SIP di Bombana Sudah buktikan Komitmen Pengembangan Infrastruktur Untuk Masyarakat

389
×

Belum Beroperasi, PT SIP di Bombana Sudah buktikan Komitmen Pengembangan Infrastruktur Untuk Masyarakat

Share this article

TERAMEDAIA.ID, BOMBANA- Kehadiran PT Sultra Industrial Park (SIP) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat, meski perusahaan yang akan membangun kawasan industri tersebut hingga kini masih dalam tahap mengurus dan melengkapi berbagai dokumen perizinan.

Sejumlah infrastruktur dasar di sekitar lokasi rencana kawasan industri telah dibenahi PT SIP. Mulai dari jalan, jembatan, drainase, saluran irigasi hingga akses menuju kawasan permukiman warga. Perbaikan tersebut salah satunya terlihat di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara. Jalan yang sebelumnya sempit, berbatu dan bergelombang kini telah diperlebar dan diperhalus sehingga lebih mudah dilalui masyarakat.

Tak hanya jalan, PT SIP juga merehabilitasi sejumlah jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan nyaris roboh. Perbaikan dilakukan dengan memasang buis beton sehingga konstruksi jembatan kembali kokoh dan dapat digunakan masyarakat dengan lebih aman.

Kepala Desa Wumbubangka, Karman, mengatakan berbagai perbaikan infrastruktur tersebut dilakukan setelah masyarakat menyampaikan langsung kebutuhan mereka kepada PT SIP.

“Kami yang bermohon di perusahaan (PT SIP) agar jalan, jembatan, drainase dan saluran irigasi diperbaiki. Alhamdulillah direspon dan dikerjakan dengan cepat,” kata Karman kepada lenterasultra, Minggu, 9 Agustus 2026.

Menurut Karman, perubahan paling terasa terjadi pada akses jalan yang menghubungkan Desa Tembe dengan Desa Wumbubangka. Jalan sepanjang hampir 11 kilometer itu sebelumnya berada dalam kondisi rusak parah. Selain sempit, permukaan jalan juga berbatu dan bergelombang. Bahkan, minimnya perawatan membuat rerumputan di kedua sisi jalan tumbuh hingga bertemu di bagian tengah.

Namun, kondisi tersebut kini berubah drastis setelah dilakukan pembenahan oleh PT SIP.

“Sekarang berubah drastis. Rumput yang ketemu ditengah jalan sudah tidak ada. Jalan sudah mulus, lebarnya antara 7 sampai 8 meter,” ujar Karman.

Perubahan kondisi jalan tersebut turut memangkas waktu tempuh masyarakat. Jika sebelumnya perjalanan dari Wumbubangka menuju Tembe membutuhkan waktu sekitar 30 menit, kini dengan kondisi jalan yang telah diperbaiki, perjalanan sejauh 11 kilometer tersebut dapat ditempuh kurang dari 10 menit.

Karman menyebut masyarakat Wumbubangka telah bertahun-tahun merasakan kondisi jalan yang rusak. Karena itu, perbaikan yang dilakukan PT SIP dalam waktu sekitar tiga bulan sejak mulai hadir di Bombana mendapat respons positif dari warga. Ia menilai kehadiran perusahaan tersebut telah membawa perubahan nyata, bahkan sebelum kawasan industri resmi beroperasi.

Manfaat kehadiran PT SIP juga dirasakan masyarakat di wilayah Kecamatan Rarowatu Utara lainnya.

Camat Rarowatu Utara, Hajar Aswad, mengatakan PT SIP turut membuka dan memperbaiki akses jalan masyarakat dari Satuan Permukiman (SP) 2 menuju SP 9. Sebelumnya, jalur tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Setelah dilakukan pembenahan, jalan sepanjang sekitar lima kilometer itu kini dapat dilalui kendaraan roda empat.

“Panjang jalan yang diperbaiki sekitar 5 kilometer. Jadi nanti ada PT SIP, jalan SP 2 ke SP 9 bisa diakses mobil. Jalannya juga lebar dan mulus,” kata Hajar.

Menurut Hajar, perbaikan tidak hanya menyasar akses transportasi masyarakat, tetapi juga infrastruktur pendukung pertanian. PT SIP turut membuat bendungan, memperbaiki saluran irigasi serta membenahi drainase di Desa Wumbubangka dan wilayah sekitarnya. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi para petani, terutama dalam menghadapi musim kemarau.

“Kalau tidak diperbaiki saluran airnya, biasanya terjadi kekeringan. Bahkan saat ini sudah ada sawah warga yang kering. Makanya, petani meminta PT SIP untuk membenahi irigasi dan drainase. Permintaan ini juga sudah dipenuhi PT SIP,” jelas Hajar.

Hajar mengatakan respons PT SIP terhadap kebutuhan masyarakat terbilang cepat. Untuk mempercepat proses rehabilitasi berbagai infrastruktur tersebut, perusahaan mengerahkan sejumlah peralatan dan kendaraan operasional. Sedikitnya delapan unit alat berat, mulai dari excavator hingga bulldozer, dikerahkan ke sejumlah titik. Selain itu, PT SIP juga menurunkan 10 unit truk dan dua unit rumah pompa darurat. Alat-alat tersebut disebar untuk mengerjakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari perbaikan jalan dan jembatan hingga rehabilitasi saluran air dan kawasan persawahan.

“Alat berat milik PT SIP ini disebar dibeberapa titik untuk merehabilitasi jalan, jembatan dan persawahan,” ujar Hajar.

Manfaat kehadiran PT SIP juga dirasakan kelompok tani yang berada di sekitar lokasi rencana kawasan industri. Salah satunya Kelompok Tani BP Sejahtera di Desa Wumbubangka. Ketua Kelompok Tani BP Sejahtera, Sudirman, mengatakan persoalan utama yang selama ini dihadapi petani adalah terganggunya aliran air menuju areal persawahan.

Menurut Sudirman, aliran sungai di wilayah tersebut tertutup material akibat aktivitas pertambangan emas yang telah berlangsung selama belasan tahun. Kondisi itu berdampak pada distribusi air ke lahan pertanian masyarakat. Keluhan tersebut kemudian disampaikan petani kepada manajemen PT SIP. Mereka meminta bantuan perusahaan untuk melakukan rehabilitasi pada daerah aliran sungai yang tertutup material galian. Permintaan itu kemudian ditindaklanjuti PT SIP dengan mengerahkan alat berat ke sejumlah titik aliran sungai.

Tak hanya membersihkan aliran sungai, PT SIP juga membangun waduk sementara untuk menampung aliran air sebelum kemudian didistribusikan ke sejumlah kawasan persawahan di Wumbubangka. Bagi masyarakat, berbagai langkah tersebut menjadi bukti bahwa kehadiran PT SIP telah memberikan manfaat bahkan sebelum kawasan industri tersebut resmi beroperasi. Perbaikan jalan, jembatan, irigasi dan drainase tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat di sekitar lokasi rencana kawasan industri.

Kehadiran PT SIP di Bombana pun mulai dirasakan masyarakat bukan semata dari rencana pembangunan kawasan industri, tetapi juga melalui berbagai pembenahan infrastruktur dasar yang secara langsung menyentuh kebutuhan warga.(*)

 

Editor:NZ