NewsMetro

Pemkot Kendari Tindak Lanjuti Keluhan Pelayanan RSUD Antero Hamra

41
×

Pemkot Kendari Tindak Lanjuti Keluhan Pelayanan RSUD Antero Hamra

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari bergerak menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait pelayanan di RSUD Antero Hamra yang sebelumnya beredar di media sosial. Melalui Dinas Kesehatan, pemerintah daerah meminta pihak rumah sakit melakukan penelusuran dan evaluasi untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria, mengatakan setiap keluhan yang disampaikan masyarakat, khususnya menyangkut pelayanan kesehatan, menjadi perhatian pemerintah.

Hasria mengatakan pihaknya telah meminta dilakukan penelusuran terhadap kejadian yang menjadi sorotan tersebut.

“Kami telah meminta dilakukan penelusuran dan evaluasi terhadap kejadian ini. Seluruh proses pelayanan menjadi perhatian kami, termasuk komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien dan keluarga. Jika terdapat hal-hal yang perlu diperbaiki, tentu akan menjadi bahan pembenahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” ujar Hasria, aat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya dapat diukur dari tindakan medis yang diberikan kepada pasien. Aspek komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pelayanan yang profesional dan humanis.

Komunikasi yang baik, kata dia, diperlukan agar pasien dan keluarga dapat memahami kondisi serta proses penanganan yang dilakukan oleh tenaga medis.

Sementara itu, Direktur RSUD Antero Hamra Kota Kendari, dr. Asharni Anshari Sadaoda, menjelaskan hasil penelusuran internal pihak rumah sakit terhadap kejadian tersebut.

Ia mengatakan, pasien telah diterima dan mendapatkan pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pemeriksaan yang dilakukan meliputi tanda-tanda vital, anamnesis atau penggalian riwayat kesehatan, serta pemeriksaan fisik.

Setelah pemeriksaan awal dilakukan, tenaga medis kemudian merencanakan penanganan dan observasi dengan mempertimbangkan kondisi klinis pasien.

“Pasien telah diterima dan diperiksa oleh tenaga medis. Namun, kejadian ini tetap menjadi bahan evaluasi kami, khususnya dalam meningkatkan komunikasi dan pelayanan kepada pasien dan keluarga,” kata dr. Asharni.

Sebagai bagian dari tindak lanjut, RSUD Antero Hamra juga telah menggelar rapat dan investigasi internal. Proses tersebut melibatkan jajaran manajemen rumah sakit, Komite Medik, Komite Keperawatan, serta tenaga kesehatan yang bertugas di IGD.

Langkah tersebut dilakukan untuk melihat secara menyeluruh proses pelayanan yang berlangsung sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki.

Pemkot Kendari menegaskan bahwa masukan masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Setiap keluhan diharapkan tidak hanya menjadi persoalan yang muncul di ruang publik, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pelayanan.

Pemerintah daerah berharap pembenahan dapat terus dilakukan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, responsif, serta berorientasi pada kebutuhan pasien dan keluarga.(SM)