NewsMetroNasional

Dekranasda Kota Kendari Manfaatkan APEKSI Medan untuk Perluas Pasar UMKM, Tenun Lokal Jadi Primadona

36
×

Dekranasda Kota Kendari Manfaatkan APEKSI Medan untuk Perluas Pasar UMKM, Tenun Lokal Jadi Primadona

Share this article

TERAMEDIA.ID, MEDAN, – Pemerintah Kota Kendari terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui promosi produk unggulan daerah di tingkat nasional. Momentum Indonesia City Expo yang menjadi bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII di Medan dimanfaatkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Kendari untuk memperkenalkan hasil karya para perajin lokal kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, mengatakan partisipasi Kota Kendari dalam Indonesia City Expo merupakan langkah strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk UMKM dan industri kreatif.

“Keikutsertaan dalam Indonesia City Expo bukan hanya memperkenalkan potensi Kota Kendari, tetapi juga membuka peluang promosi dan pemasaran bagi produk-produk unggulan daerah. Pemerintah Kota Kendari akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM agar mampu naik kelas, memiliki daya saing, dan mampu menembus pasar nasional,” ujar Siska saat mengunjungi stan Kota Kendari, Rabu (1/7/2026).

Ketua Dekranasda Kota Kendari, Shintya Putri Anawula, menegaskan bahwa pameran berskala nasional menjadi wadah yang efektif untuk mengenalkan identitas budaya Kota Kendari melalui berbagai produk kerajinan khas daerah.

“Kami ingin setiap produk yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi media promosi budaya Kota Kendari. Karena itu, Dekranasda terus mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk agar semakin diminati pasar,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Harian Dekranasda Kota Kendari, Farida Agustina, menyebut antusiasme pengunjung menjadi indikator bahwa produk kerajinan lokal memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar nasional.

“Respons pengunjung sangat positif. Ini membuktikan bahwa hasil karya para perajin Kota Kendari mampu bersaing dengan produk dari daerah lain. Kami akan terus memperkuat pembinaan, mulai dari peningkatan kualitas, desain, hingga strategi pemasaran,” ujar Farida.

Berbagai produk unggulan dipamerkan pada stan Dekranasda Kota Kendari, mulai dari kain tenun khas Kendari, anyaman rotan, kerajinan berbahan nentu, kerajinan perak, hingga beragam produk olahan pangan lokal. Seluruh produk tersebut mendapat perhatian dari pengunjung yang datang dari berbagai provinsi.

Pengurus Bidang Promosi dan Pemasaran Dekranasda Kota Kendari, Anwar, mengungkapkan salah satu produk yang paling banyak menarik perhatian adalah kain tenun khas Kota Kendari.

Menurutnya, kualitas bahan, motif, dan desain yang ditampilkan mampu memikat pengunjung, termasuk rombongan Dekranasda Jakarta Barat yang akhirnya membeli dua lembar kain tenun.

“Alhamdulillah, hari ini dua lembar kain tenun khas Kota Kendari berhasil terjual kepada pengunjung dari Dekranasda Jakarta Barat. Awalnya mereka tertarik setelah melihat contoh busana yang dibuat dari kain tenun tersebut. Setelah melihat langsung hasil jahitannya, mereka memutuskan membeli kain untuk digunakan sendiri,” jelas Anwar, Kamis (2/7/2026).

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pemberdayaan Industri Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Kendari itu menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk tenun Kendari memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Ia berharap keikutsertaan Dekranasda Kota Kendari dalam Indonesia City Expo tidak hanya berdampak pada peningkatan penjualan selama pameran berlangsung, tetapi juga membuka peluang kerja sama pemasaran dengan berbagai daerah, memperluas jaringan usaha para perajin, serta meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Melalui ajang APEKSI XVIII, Pemerintah Kota Kendari bersama Dekranasda menegaskan komitmennya untuk terus mengangkat potensi kerajinan daerah sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif. Promosi yang dilakukan di tingkat nasional diharapkan mampu memperluas pangsa pasar UMKM, meningkatkan pendapatan para perajin, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kota Kendari kepada masyarakat Indonesia.(SM)