NewsMetro

Literasi Informasi Jadi Kunci SDM Unggul, Wali Kota Kendari Ajak Budayakan Membaca

21
×

Literasi Informasi Jadi Kunci SDM Unggul, Wali Kota Kendari Ajak Budayakan Membaca

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengajak pustakawan, guru, dan pegiat literasi menjadi motor penggerak budaya membaca dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Kendari. Menurutnya, literasi merupakan pondasi utama dalam mencetak generasi yang mampu bersaing di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan era digital yang terus berubah.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi pustakawan, guru, dan pegiat literasi di Aula Gedung Pelayanan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Kendari, Selasa (21/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Siska menegaskan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas manusianya. Karena itu, perpustakaan harus menjadi ruang belajar yang hidup dan mampu melahirkan masyarakat yang gemar membaca, berpikir kritis, serta terus mengembangkan pengetahuan.

“Perkembangan zaman begitu cepat. Mau tidak mau kita harus terus belajar. Tidak ada orang yang berhasil tanpa ilmu pengetahuan. Semua berawal dari literasi,” ujarnya.

Siska mengatakan, membaca bukan sekadar kebiasaan, melainkan investasi yang akan menentukan masa depan seseorang. Ia mengingatkan bahwa perintah pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah “Iqra” atau membaca, yang menjadi bukti pentingnya ilmu pengetahuan dalam membangun peradaban.

Menurutnya, literasi saat ini memiliki cakupan yang luas, mulai dari literasi baca tulis, digital, sains, finansial, hingga sosial budaya. Seluruh kemampuan tersebut dibutuhkan agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif.

Ia pun berbagi pengalaman pribadi selama meniti karier sebagai dokter hingga dipercaya menjadi Wali Kota Kendari. Baginya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kebiasaan belajar dan memperkaya wawasan melalui membaca.

“Kalau saya hanya mengandalkan ilmu kedokteran, tentu tidak mungkin bisa memimpin pemerintahan. Saya harus terus belajar banyak hal. Itulah pentingnya literasi sebagai bekal untuk mengembangkan diri,” katanya.

Siska berharap para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan sebagai rutinitas, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat literasi kepada peserta didik, keluarga, hingga masyarakat.

“Saya ingin ilmu yang diperoleh di sini diteruskan kepada lingkungan sekitar. Jangan berhenti pada peserta saja, tetapi sampai kepada anak-anak dan masyarakat sehingga budaya membaca semakin tumbuh,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Kendari, Rukmana, menjelaskan bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi pustakawan, guru, dan pegiat literasi dalam mengelola, memanfaatkan, serta menyampaikan informasi secara kritis, etis, dan efektif.

Selain meningkatkan kapasitas peserta, kegiatan ini juga menjadi wadah memperkuat kolaborasi antara tenaga perpustakaan, dunia pendidikan, dan komunitas literasi dalam membangun ekosistem literasi informasi yang berkelanjutan.

Bimtek yang berlangsung hingga 23 Juli 2026 itu diikuti 150 peserta yang dibagi dalam tiga gelombang. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar literasi informasi, teknik penelusuran sumber informasi, analisis informasi, hingga evaluasi dan penyajian informasi. Narasumber berasal dari akademisi UIN Makassar dan praktisi media, sementara seluruh pembiayaan kegiatan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perpustakaan Perpustakaan Nasional RI.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Kendari berharap budaya literasi semakin mengakar di tengah masyarakat dan menjadi modal utama dalam menciptakan generasi yang cerdas, inovatif, serta mampu mendukung terwujudnya Kendari yang semakin maju.(SM)