NewsMetro

Pemkot Kendari Intensifkan Penanganan Aktivitas Anak Jalanan dan Pengemis di Persimpangan

90
×

Pemkot Kendari Intensifkan Penanganan Aktivitas Anak Jalanan dan Pengemis di Persimpangan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Sosial terus memperkuat upaya penanganan aktivitas anak jalanan dan pengemis di sejumlah lampu merah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan serta ketertiban lalu lintas di wilayah perkotaan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana, mengungkapkan bahwa pihaknya rutin turun ke lapangan untuk melakukan penertiban. Namun, dalam praktiknya, petugas kerap menghadapi kendala karena para anak jalanan dan pengemis sering kali langsung menghindar saat melihat kedatangan petugas.

“Kami terus melakukan penertiban di titik-titik lampu merah. Saat petugas datang, mereka biasanya langsung berpindah atau kabur,” ujarnya.

Menghadapi situasi tersebut, Dinas Sosial kemudian melakukan penyesuaian strategi. Petugas kini turun ke lapangan dengan pendekatan yang lebih fleksibel, termasuk menggunakan kendaraan pribadi agar tidak mudah dikenali. Cara ini dinilai cukup efektif untuk menjangkau mereka yang selama ini sulit terdata.

Dari hasil pendekatan tersebut, sejumlah anak jalanan berhasil dijaring dan kemudian diberikan pembinaan. Mereka diarahkan untuk tidak lagi melakukan aktivitas di persimpangan jalan karena berisiko tinggi terhadap keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain pembinaan, Dinas Sosial juga melakukan pendataan terhadap individu yang terjaring. Data tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk pengusulan bantuan sosial, terutama bagi mereka yang masuk dalam kategori rentan secara ekonomi.

Rukmana menegaskan, penanganan ini tidak semata-mata bersifat penertiban, tetapi juga mengedepankan pendekatan sosial dan kemanusiaan. Pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap warga yang membutuhkan tetap mendapatkan perhatian melalui program bantuan yang tersedia.

“Pendataan kami lakukan agar mereka bisa diusulkan menerima bantuan sosial. Jadi tidak hanya ditertibkan, tetapi juga diberikan solusi,” katanya.

Upaya ini diharapkan mampu mengurangi aktivitas di lampu merah yang berpotensi membahayakan, sekaligus memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah Kota Kendari pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman.(SM)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News