NewsMetro

Kota Kendari Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026

20
×

Kota Kendari Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Pemkot Kendari menerima Penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan dalam rangkaian Puncak Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN) 2026 yang berlangsung di Gedung Garuda, Senin (25/5/2026).

Penghargaan diterima langsung Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Hj Saemina. Kehadiran Pemerintah Kota Kendari dalam ajang nasional itu menjadi simbol komitmen daerah dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian penting dari identitas budaya bangsa.

Tidak hanya menerima penghargaan, Kota Kendari juga turut ambil bagian dalam festival nasional tersebut melalui penampilan dua siswa sekolah dasar, yakni Aska dari SD Negeri 6 Kendari dan Yuanisa Patin Marsa dari SD Negeri 84 Kendari. Keduanya tampil bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia dalam Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional.

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional sendiri merupakan agenda tahunan berskala nasional yang bertujuan memperkuat pelestarian bahasa daerah melalui keterlibatan aktif pelajar, guru, pemerintah daerah, hingga masyarakat luas. Kegiatan itu dirangkaikan dengan berbagai pertunjukan seni budaya dan penampilan bahasa daerah dari seluruh nusantara.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, mengungkapkan rasa bangga atas penghargaan yang diraih Kota Kendari. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung upaya pelestarian bahasa ibu di tengah perkembangan teknologi dan arus modernisasi yang semakin cepat.

“Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga identitas budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar Sudirman.

Ia menilai keterlibatan para pelajar dalam festival tersebut menjadi sinyal positif bahwa generasi muda Kota Kendari masih memiliki kepedulian terhadap budaya lokal dan bahasa ibu.

“Ini membuktikan bahwa generasi muda Kota Kendari memiliki semangat untuk melestarikan budaya daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Hj Saemina, menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, sekolah, guru, dan masyarakat dalam mendukung program revitalisasi bahasa daerah.

Menurutnya, pelestarian bahasa daerah harus dimulai sejak dini melalui pembelajaran di lingkungan sekolah maupun kegiatan budaya yang melibatkan anak-anak dan generasi muda.

“Bahasa daerah adalah warisan budaya yang harus terus hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. Karena itu, penguatan pembelajaran dan kegiatan budaya berbasis bahasa daerah akan terus kami dorong,” katanya.

Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Kota Kendari sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung pelestarian budaya lokal di tingkat nasional. Pemerintah Kota Kendari berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keberadaan bahasa daerah sebagai kekayaan budaya bangsa yang tidak ternilai.(SM)