NewsMetro

Wali Kota Cari Jaminan Pasokan Pangan, Sidrap Siap Suplai Telur untuk Kota Kendari

31
×

Wali Kota Cari Jaminan Pasokan Pangan, Sidrap Siap Suplai Telur untuk Kota Kendari

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Ketergantungan Kota Kendari terhadap pasokan pangan dari luar daerah mulai dijawab melalui langkah konkret kerja sama antarwilayah. Pemerintah Kota Kendari resmi menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, terkait penguatan distribusi komoditas pangan, khususnya telur ayam. Penandatanganan MoU berlangsung di ruang rapat Wali Kota Kendari, Jumat (29/5/2026).

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas kebutuhan pangan di Kota Kendari yang terus meningkat, terutama sejak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penandatanganan kerja sama berlangsung di tengah padatnya agenda nasional yang dipusatkan di Kota Kendari. Meski demikian, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, menilai kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk masa depan ketahanan pangan daerah.

“Kota Kendari ini bukan daerah penghasil pangan besar. Karena itu kami memang membutuhkan kerja sama antar daerah, terutama untuk komoditas pangan seperti telur dan beras,” ujar Siska.

Ia mengungkapkan, kebutuhan telur di Kota Kendari saat ini mencapai sekitar 98 ribu butir per hari hanya untuk mendukung program MBG. Jumlah tersebut belum termasuk kebutuhan hotel, restoran, pasar tradisional, hingga konsumsi rumah tangga masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan pangan yang terus meningkat tidak mungkin dipenuhi sendiri oleh Kota Kendari yang memiliki keterbatasan lahan pertanian dan peternakan.

Karena itu, daerah penghasil pangan seperti Sidrap dinilai memiliki peran strategis dalam menopang kebutuhan masyarakat perkotaan.

“Program MBG ini membutuhkan suplai pangan yang stabil. Anak-anak setiap hari membutuhkan asupan gizi yang baik untuk mendukung pertumbuhan dan mencegah stunting,” katanya.

Tak hanya telur, Pemkot Kendari juga membuka peluang kerja sama komoditas lain seperti beras dan hasil pertanian lainnya.

Siska menyebut kerja sama antar daerah harus dibangun berdasarkan potensi masing-masing wilayah agar tercipta hubungan saling menguntungkan.

“Sidrap unggul di pertanian dan peternakan. Kendari punya potensi lain seperti perikanan dan sektor jasa. Jadi memang harus saling menopang,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan distribusi telur dari Sidrap ke Sulawesi Tenggara sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Bahkan setiap hari, telur dari Sidrap masuk ke Kendari menggunakan puluhan truk distribusi.

Namun menurutnya, selama ini hubungan perdagangan tersebut masih berjalan secara konvensional tanpa payung kerja sama resmi antar pemerintah daerah.

“Setiap hari telur Sidrap masuk ke Kendari sekitar 10 sampai 20 truk. Tetapi belum ada legalitas kerja sama antar daerah. Sekarang kita perkuat lewat MoU,” katanya.

Syaharuddin memastikan Sidrap mampu memenuhi kebutuhan telur Kota Kendari karena daerahnya memiliki kapasitas produksi mencapai lima juta butir telur per hari.

“Kebutuhan MBG Kendari sekitar 98 ribu butir per hari itu sebenarnya hanya sekitar satu truk. Jadi kami siap mendukung,” ujarnya.

Ia juga menyebut banyak warga Sidrap yang telah lama menetap dan membuka usaha perdagangan di Kota Kendari, termasuk usaha telur dan beras. Kehadiran komunitas tersebut dinilai menjadi jembatan penguatan hubungan ekonomi kedua daerah.

Selain membahas kerja sama pangan, rombongan Pemkab Sidrap juga mengaku tertarik mempelajari penataan Kota Kendari yang dinilai mengalami perkembangan cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Penandatanganan kerja sama itu turut dihadiri jajaran lengkap Pemerintah Kabupaten Sidrap, mulai dari Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim, hingga puluhan anggota DPRD Sidrap.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan plakat dan cinderamata sebagai simbol penguatan kolaborasi antara Kota Kendari dan Kabupaten Sidrap.(SM)