NewsMetro

Menko Polkam Pastikan Sekolah Rakyat Hadir untuk Masa Depan Anak Kurang Mampu di Kendari

12
×

Menko Polkam Pastikan Sekolah Rakyat Hadir untuk Masa Depan Anak Kurang Mampu di Kendari

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari menjadi perhatian pemerintah pusat saat dikunjungi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Sabtu (30/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung dampak program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara, Wali Kota Kendari, Kapolda Sultra, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga, Menko Polkam berdialog langsung dengan siswa, guru, dan orang tua peserta didik yang merasakan manfaat program pendidikan berasrama tersebut.

Dalam pertemuan itu, Djamari menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir sebagai bentuk perhatian negara terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan ekonomi agar tetap memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

“Kita ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita. Negara hadir untuk membantu mereka mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Ia mengaku sengaja datang bersama Mendagri dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI untuk melihat secara langsung perkembangan para siswa serta mendengar pengalaman para orang tua sejak anak-anak mereka mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Suasana dialog berlangsung hangat ketika Menko Polkam menanyakan perubahan perilaku anak-anak kepada para orang tua. Sejumlah wali murid mengaku anak-anak mereka kini lebih disiplin, mandiri, dan rajin beribadah dibanding sebelum masuk sekolah.

“Kalau anak-anak menjadi lebih baik, lebih disiplin, dan lebih taat beribadah, itu manfaat besar bukan hanya bagi mereka tetapi juga bagi orang tua,” kata Djamari.

Ia juga memberikan motivasi kepada para siswa agar berani bermimpi tinggi. Menurutnya, latar belakang ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Siapa yang mau jadi presiden? Siapa yang ingin menjadi dokter atau pergi ke luar angkasa? Kalian harus berani bermimpi besar dan belajar sungguh-sungguh,” pesannya kepada para siswa.

Kepala SRMP 25 Kendari, Ferdinand Boonde, melaporkan bahwa sekolah saat ini memiliki 49 siswa yang terdiri dari 30 laki-laki dan 19 perempuan. Selama hampir 10 bulan proses pembelajaran berjalan, berbagai perubahan positif mulai terlihat.

Saat pertama masuk sekolah, beberapa siswa masih mengalami kesulitan membaca dan berhitung. Bahkan terdapat tiga siswa yang terindikasi belum mampu membaca dengan baik. Namun melalui pendampingan intensif para guru dan tenaga kependidikan, kemampuan akademik mereka meningkat signifikan.

“Perubahan yang terjadi sangat menggembirakan. Anak-anak berkembang dari sisi akademik, kedisiplinan, dan karakter,” ungkap Ferdinand.

Sekolah juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti laptop, smartboard, akses internet, hingga kegiatan ekstrakurikuler berupa silat, taekwondo, futsal, seni tari, dan robotik. Hasilnya mulai terlihat melalui sejumlah prestasi yang diraih siswa pada kejuaraan tingkat kota maupun provinsi.

Salah seorang siswi, Fatimah, mengaku bersyukur dapat bersekolah di Sekolah Rakyat karena keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi. Anak pertama dari tiga bersaudara itu bercita-cita menjadi dokter agar dapat membanggakan kedua orang tuanya.

“Karena ada sekolah ini saya bisa bersekolah dengan fasilitas yang semuanya ditanggung. Saya ingin menjadi dokter dan membanggakan orang tua,” tuturnya.

Hal senada disampaikan orang tua siswa, Andi Azril. Ia mengaku program Sekolah Rakyat sangat membantu keluarga kurang mampu karena seluruh kebutuhan pendidikan anak dipenuhi negara.

“Dulu anak saya cukup sulit diatur, sekarang jauh lebih baik. Pendidikan dan pembinaan di sekolah ini sangat membantu membentuk karakter mereka,” katanya.

Pada akhir kunjungan, Menko Polkam menyerahkan bantuan berupa kulkas, dispenser, dan perlengkapan olahraga untuk mendukung kegiatan belajar siswa. Sementara Gubernur Sulawesi Tenggara menyerahkan bantuan beasiswa kepada peserta didik.

Kunjungan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Sekolah Rakyat sebagai instrumen pemerataan pendidikan sekaligus upaya memutus rantai kemiskinan. Melalui pendidikan yang berkualitas, anak-anak dari keluarga prasejahtera diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk meraih masa depan yang lebih baik.(SM)