DaerahNews

Biro SDM Polda Sultra Gelar Pemeriksaan Psikologi Senpi dan Konseling Personel di Buton Tengah

84
×

Biro SDM Polda Sultra Gelar Pemeriksaan Psikologi Senpi dan Konseling Personel di Buton Tengah

Share this article

TERAMEDIA.ID, BUTON TENGAH

– Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulawesi Tenggara melalui Bagian Psikologi (Bagpsi) menggelar kegiatan pemeriksaan psikologi (rikpsi) senjata api (senpi) organik Polri, sekaligus layanan konseling dan pemetaan psikologi bagi personel.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (14/4/2026) di SMA Negeri 1 Gu, Kabupaten Buton Tengah, dan diikuti puluhan personel Polri serta aparatur sipil negara (ASN) Polri.

Kabagpsi Ro SDM Polda Sultra Kompol Zunaidi R, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesiapan mental dan psikologis personel, khususnya yang memegang senjata api dinas.

“Pemeriksaan psikologi ini penting untuk memastikan personel yang menggunakan senjata api memiliki kondisi mental yang stabil serta mampu menjalankan tugas secara profesional,” ujarnya.

Adapun jumlah peserta dalam kegiatan tersebut meliputi 31 personel mengikuti rikpsi senpi, empat personel mengikuti mapping psikologi, tiga personel menjalani konseling psikologi, serta 34 personel mengikuti sosialisasi aplikasi New E-Mental.

Selain pelaksanaan tes psikologi, kegiatan juga diisi dengan psikoedukasi terkait kesehatan mental, sosialisasi penggunaan aplikasi New E-Mental, serta pemberian afirmasi positif kepada personel.

Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Bagpsi Ro SDM Polda Sultra yang turut melibatkan Kasubbag Psipers Kompol Sawal Ali, S.E., M.M., bersama staf psikologi lainnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polri, khususnya di wilayah hukum Polres Buton Tengah, dapat menjaga kesehatan mental, meningkatkan profesionalitas, serta mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar sebagai bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan SDM unggul menuju Polri Presisi.(***)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News