NewsMetro

Kapolda Sultra Serahkan 107 Unit PC All in One untuk Unit Intel Polsek Jajaran

78
×

Kapolda Sultra Serahkan 107 Unit PC All in One untuk Unit Intel Polsek Jajaran

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, KENDARI– Polda Sulawesi Tenggara menyerahkan ratusan perangkat komputer kepada jajaran Intelkam Polsek sebagai bentuk dukungan sarana dan prasarana operasional. Penyerahan dilakukan pada Selasa (14/4/2026) di Azizah Hotel Kendari.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H, Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Johanes Pangihutan Siboro, S.H., S.I.M., M.H, serta para pejabat utama, kapolsek jajaran, dan personel fungsi Intelkam.

Direktur Intelkam Polda Sultra Kombes Pol Andi Hermawan selaku kuasa pengguna anggaran menyampaikan bahwa pengadaan perangkat tersebut bersumber dari DIPA tahun anggaran 2026.

“Sebanyak 107 unit PC All in One didistribusikan untuk 107 Polsek jajaran Polda Sultra. Perangkat ini merupakan barang inventaris negara yang harus digunakan dan dirawat dengan baik,” ujarnya.

Kapolda Sultra dalam sambutannya menegaskan bahwa penyerahan perangkat ini merupakan langkah nyata dalam mendukung peningkatan kinerja operasional kepolisian, khususnya di bidang intelijen dan keamanan.

“Sekitar 107 unit didistribusikan ke masing-masing Polsek untuk menggantikan perangkat lama. Dengan teknologi baru ini diharapkan dapat mempercepat kinerja, mengurangi hambatan administrasi, hingga pembuatan laporan,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa fungsi Intelkam merupakan ujung tombak dalam pengumpulan informasi di tengah masyarakat, sehingga dengan dukungan sarana yang memadai tidak ada lagi alasan terkait kendala teknis dalam pelaksanaan tugas.

Kapolda turut mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tersebut dibarengi dengan tanggung jawab, termasuk perawatan perangkat agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Manfaatkan dukungan sarana ini untuk memperkuat kinerja dalam mengabdi dan melayani masyarakat,” pungkasnya.(***)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News