NewsMetro

Normalisasi Sungai Dikebut, Pemkot Kendari Fokus Benahi Sumber Banjir di Kawasan MTQ

93
×

Normalisasi Sungai Dikebut, Pemkot Kendari Fokus Benahi Sumber Banjir di Kawasan MTQ

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Upaya mengatasi banjir di Kota Kendari kini diarahkan langsung pada sumber masalah. Pemerintah Kota Kendari bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV mulai mengebut normalisasi aliran sungai yang selama ini menjadi penyebab genangan, khususnya di kawasan eks MTQ.

Langkah ini ditandai dengan turunnya langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, ke sejumlah titik aliran sungai, Senin (13/4/2026). Didampingi jajaran teknis, mulai dari Sekda, Kepala Bappeda, Plt Kadis PUPR hingga Kasat Pol PP, Wali Kota meninjau kondisi Kali Korumba yang mengalami penyempitan signifikan.

Di lokasi tersebut, terlihat jelas aliran air tidak lagi optimal akibat penyempitan badan sungai. Kondisi ini membuat air mudah meluap saat hujan deras dan menyebabkan genangan di kawasan padat aktivitas.

“Penanganan banjir harus dimulai dari hulunya. Kalau sungainya sempit dan dangkal, air pasti tertahan,” kata Siska.

Pemkot Kendari bersama BWS Sulawesi IV pun sepakat mempercepat langkah normalisasi, termasuk pelebaran sungai dan pengerukan sedimen yang selama ini menumpuk.

Proses pengerukan sudah mulai dilakukan di kawasan Jalan Edi Sabara By Pass. Ekskavator amfibi milik BWS terlihat bekerja mengangkat lumpur dan material yang mengendap di dasar sungai. Sedimen yang tebal menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya kapasitas tampung air.

Tak berhenti di situ, rombongan juga meninjau aliran Kali Mandonga di depan Hotel Kubra. Di titik ini, kondisi sungai dipenuhi semak belukar dan tanaman liar yang memperparah penyempitan aliran. Pengerukan dilakukan untuk membuka kembali jalur air yang tersumbat.

Penanganan yang dilakukan saat ini disebut sebagai yang paling intensif dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, sejumlah aliran sungai di kawasan tersebut diketahui sudah puluhan tahun tidak tersentuh normalisasi secara menyeluruh.

Wali Kota Kendari mengapresiasi dukungan BWS Sulawesi IV yang turun langsung dengan peralatan lengkap. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Kalau kita bergerak bersama, masalah yang selama ini dianggap sulit bisa kita selesaikan. Ini bukan pekerjaan satu pihak, tapi kerja bersama,” ujarnya.

Selain pengerukan, Pemkot juga menyoroti pentingnya penataan kawasan bantaran sungai serta pengendalian aktivitas yang berpotensi mempersempit aliran air. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan fungsi sungai dalam jangka panjang.

Dengan normalisasi yang terus berjalan, pemerintah optimistis potensi banjir di kawasan eks MTQ dan sekitarnya dapat ditekan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pembenahan infrastruktur kota untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.(SM)

Editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News