NewsMetro

Normalisasi Sungai Dikebut, Pemkot Kendari Fokus Benahi Sumber Banjir di Kawasan MTQ

336
×

Normalisasi Sungai Dikebut, Pemkot Kendari Fokus Benahi Sumber Banjir di Kawasan MTQ

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Upaya mengatasi banjir di Kota Kendari kini diarahkan langsung pada sumber masalah. Pemerintah Kota Kendari bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV mulai mengebut normalisasi aliran sungai yang selama ini menjadi penyebab genangan, khususnya di kawasan eks MTQ.

Langkah ini ditandai dengan turunnya langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, ke sejumlah titik aliran sungai, Senin (13/4/2026). Didampingi jajaran teknis, mulai dari Sekda, Kepala Bappeda, Plt Kadis PUPR hingga Kasat Pol PP, Wali Kota meninjau kondisi Kali Korumba yang mengalami penyempitan signifikan.

Di lokasi tersebut, terlihat jelas aliran air tidak lagi optimal akibat penyempitan badan sungai. Kondisi ini membuat air mudah meluap saat hujan deras dan menyebabkan genangan di kawasan padat aktivitas.

“Penanganan banjir harus dimulai dari hulunya. Kalau sungainya sempit dan dangkal, air pasti tertahan,” kata Siska.

Pemkot Kendari bersama BWS Sulawesi IV pun sepakat mempercepat langkah normalisasi, termasuk pelebaran sungai dan pengerukan sedimen yang selama ini menumpuk.

Proses pengerukan sudah mulai dilakukan di kawasan Jalan Edi Sabara By Pass. Ekskavator amfibi milik BWS terlihat bekerja mengangkat lumpur dan material yang mengendap di dasar sungai. Sedimen yang tebal menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya kapasitas tampung air.

Tak berhenti di situ, rombongan juga meninjau aliran Kali Mandonga di depan Hotel Kubra. Di titik ini, kondisi sungai dipenuhi semak belukar dan tanaman liar yang memperparah penyempitan aliran. Pengerukan dilakukan untuk membuka kembali jalur air yang tersumbat.

Penanganan yang dilakukan saat ini disebut sebagai yang paling intensif dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, sejumlah aliran sungai di kawasan tersebut diketahui sudah puluhan tahun tidak tersentuh normalisasi secara menyeluruh.

Wali Kota Kendari mengapresiasi dukungan BWS Sulawesi IV yang turun langsung dengan peralatan lengkap. Menurutnya, kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan banjir yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Kalau kita bergerak bersama, masalah yang selama ini dianggap sulit bisa kita selesaikan. Ini bukan pekerjaan satu pihak, tapi kerja bersama,” ujarnya.

Selain pengerukan, Pemkot juga menyoroti pentingnya penataan kawasan bantaran sungai serta pengendalian aktivitas yang berpotensi mempersempit aliran air. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan fungsi sungai dalam jangka panjang.

Dengan normalisasi yang terus berjalan, pemerintah optimistis potensi banjir di kawasan eks MTQ dan sekitarnya dapat ditekan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pembenahan infrastruktur kota untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.(SM)

Editor:DN