NewsMetro

Akses Becek Hambat Operasional, Pemkot Kendari Percepat Pembenahan TPA Puuwatu

90
×

Akses Becek Hambat Operasional, Pemkot Kendari Percepat Pembenahan TPA Puuwatu

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Kendari. Di tengah tingginya intensitas hujan, operasional pengangkutan sampah sempat terganggu akibat akses jalan menuju zona aktif yang sulit dilalui kendaraan.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), pemerintah mulai mempercepat langkah pembenahan agar layanan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal.

Kepala DLHK Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana, Selasa (14/4/2026), menjelaskan bahwa kondisi jalan yang berlumpur membuat dump truck pengangkut sampah tidak dapat menjangkau titik pembuangan.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan akses ke zona aktif menjadi becek, sehingga kendaraan pengangkut tidak bisa masuk secara maksimal,” ujarnya.

Situasi tersebut berdampak pada distribusi sampah dari kawasan kota ke TPA yang sempat tersendat. Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Kendari langsung mengalokasikan anggaran perbaikan jalan menuju area pembuangan.

Perbaikan akses ini menjadi prioritas agar mobilitas kendaraan pengangkut sampah kembali lancar, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.

Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat dukungan sarana operasional dengan menyiapkan pengadaan alat berat seperti excavator dan bulldozer. Peralatan ini dibutuhkan untuk mempercepat proses penataan dan penimbunan sampah di lokasi TPA.

Saat ini, sistem pengelolaan sampah di TPA Puuwatu masih menggunakan metode control landfill, yakni penimbunan sampah secara berkala dengan tanah urug untuk mengurangi dampak pencemaran.

Metode ini dinilai masih efektif dalam kondisi eksisting, namun belum sepenuhnya memenuhi standar pengelolaan sampah modern.

Karena itu, Pemkot Kendari mulai menyiapkan langkah lanjutan dengan menargetkan penerapan sistem sanitary landfill pada tahun 2026. Sistem ini memungkinkan pengelolaan sampah yang lebih terkontrol, termasuk pengolahan air lindi dan gas metan yang dihasilkan dari timbunan sampah.

Penerapan metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan serta meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat di sekitar TPA.

Meski proses transisi menuju sistem modern ini membutuhkan waktu, pemerintah memastikan pembenahan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Kendari dalam menciptakan tata kelola persampahan yang lebih baik, seiring dengan meningkatnya volume sampah perkotaan.

Dengan pembenahan infrastruktur dan peningkatan sistem pengelolaan, TPA Puuwatu ditargetkan mampu bertransformasi menjadi fasilitas yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan dalam mendukung kebersihan Kota Kendari.(SM)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News