NewsMetro

Akses Becek Hambat Operasional, Pemkot Kendari Percepat Pembenahan TPA Puuwatu

387
×

Akses Becek Hambat Operasional, Pemkot Kendari Percepat Pembenahan TPA Puuwatu

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Kendari. Di tengah tingginya intensitas hujan, operasional pengangkutan sampah sempat terganggu akibat akses jalan menuju zona aktif yang sulit dilalui kendaraan.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), pemerintah mulai mempercepat langkah pembenahan agar layanan pengelolaan sampah tetap berjalan optimal.

Kepala DLHK Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana, Selasa (14/4/2026), menjelaskan bahwa kondisi jalan yang berlumpur membuat dump truck pengangkut sampah tidak dapat menjangkau titik pembuangan.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan akses ke zona aktif menjadi becek, sehingga kendaraan pengangkut tidak bisa masuk secara maksimal,” ujarnya.

Situasi tersebut berdampak pada distribusi sampah dari kawasan kota ke TPA yang sempat tersendat. Untuk mengatasi hal itu, Pemkot Kendari langsung mengalokasikan anggaran perbaikan jalan menuju area pembuangan.

Perbaikan akses ini menjadi prioritas agar mobilitas kendaraan pengangkut sampah kembali lancar, terutama saat kondisi cuaca tidak menentu.

Tak hanya itu, pemerintah juga memperkuat dukungan sarana operasional dengan menyiapkan pengadaan alat berat seperti excavator dan bulldozer. Peralatan ini dibutuhkan untuk mempercepat proses penataan dan penimbunan sampah di lokasi TPA.

Saat ini, sistem pengelolaan sampah di TPA Puuwatu masih menggunakan metode control landfill, yakni penimbunan sampah secara berkala dengan tanah urug untuk mengurangi dampak pencemaran.

Metode ini dinilai masih efektif dalam kondisi eksisting, namun belum sepenuhnya memenuhi standar pengelolaan sampah modern.

Karena itu, Pemkot Kendari mulai menyiapkan langkah lanjutan dengan menargetkan penerapan sistem sanitary landfill pada tahun 2026. Sistem ini memungkinkan pengelolaan sampah yang lebih terkontrol, termasuk pengolahan air lindi dan gas metan yang dihasilkan dari timbunan sampah.

Penerapan metode tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan serta meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat di sekitar TPA.

Meski proses transisi menuju sistem modern ini membutuhkan waktu, pemerintah memastikan pembenahan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Kendari dalam menciptakan tata kelola persampahan yang lebih baik, seiring dengan meningkatnya volume sampah perkotaan.

Dengan pembenahan infrastruktur dan peningkatan sistem pengelolaan, TPA Puuwatu ditargetkan mampu bertransformasi menjadi fasilitas yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan dalam mendukung kebersihan Kota Kendari.(SM)