PariwisataNewsPendidikan

Mahasiswa KKN-PPM UGM Lakukan Penguatan Kapasitas Hospitality Wisata bagi Pemuda Desa Batu Jaya

674
×

Mahasiswa KKN-PPM UGM Lakukan Penguatan Kapasitas Hospitality Wisata bagi Pemuda Desa Batu Jaya

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe Selatan – Potensi wisata bahari yang dimiliki Desa Batu Jaya, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, terus didorong agar mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang berdaya saing. Salah satu aspek penting dalam pengembangan tersebut adalah ketersediaan sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan wisata secara profesional.

Berangkat dari kebutuhan itu, Melani Fatikan, mahasiswa Program Studi Manajemen dan Penilaian Properti, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM), menggagas Pelatihan Dasar Hospitality bagi Pemuda dalam Pengelolaan Desa Wisata. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Periode II Tahun 2026 Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dra. Eko Tri Sulistyani, M.Sc., dosen Fakultas MIPA UGM.

Pelatihan tersebut bertujuan membekali generasi muda Desa Batu Jaya dengan pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang hospitality serta kepemanduan wisata agar siap berperan dalam mendukung pengembangan potensi wisata desa.

Sebagai penggagas program, Melani juga menyusun booklet panduan berjudul “Becoming a Quality Tour Guide” yang digunakan sebagai bahan ajar sekaligus pegangan peserta selama pelatihan. Booklet tersebut dirancang agar peserta dapat mempelajari kembali materi secara mandiri setelah kegiatan KKN selesai, sehingga manfaat program dapat terus berlanjut.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi secara bertahap, mulai dari pengenalan profesi pemandu wisata, jenis-jenis pemandu wisata, hingga kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang tour guide. Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan komunikasi efektif sebagai bekal dalam berinteraksi dengan wisatawan dari berbagai latar belakang.

Materi pelatihan turut mencakup teknik dasar kepemanduan di lapangan, perlengkapan yang perlu dipersiapkan, penanganan berbagai kendala yang mungkin terjadi selama kegiatan wisata, hingga pengenalan mitigasi risiko wisata bahari dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dasar. Materi tersebut dinilai penting mengingat Desa Batu Jaya memiliki potensi wisata pesisir yang memerlukan pelayanan wisata yang aman dan nyaman.

Kepala Desa Batu Jaya, Repelita, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas pemuda menjadi salah satu kunci dalam mendukung pengembangan desa wisata.

“Pelatihan seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan pemuda desa agar mampu memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan sekaligus mendukung pengembangan Desa Batu Jaya sebagai desa wisata,” ujarnya.(19/7/2026)

Selain materi teknis, pelatihan juga menekankan pentingnya etika profesi, sikap ramah dalam melayani wisatawan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kegiatan kepemanduan, mulai dari promosi destinasi hingga penyampaian informasi kepada wisatawan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Mereka aktif berdiskusi dan berbagi pandangan mengenai potensi wisata yang dimiliki Desa Batu Jaya serta peran generasi muda dalam mengembangkannya.

Melalui program ini, pemuda Desa Batu Jaya tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar mengenai hospitality dan kepemanduan wisata, tetapi juga memiliki booklet “Becoming a Quality Tour Guide” sebagai panduan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Tim KKN-PPM UGM Unit SG004 Konawe Selatan Sub Unit Batu Jaya berharap program tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten, percaya diri, dan siap mendukung pengembangan Desa Batu Jaya sebagai destinasi wisata bahari yang berkelanjutan. (*AN)

Editor:NZ