PendidikanNews

Dukung Peningkatan Kualitas Nilam, Mahasiswa UHO Kembangkan Smart Dehumidification Dryer Berbasis AI-IoT

388
×

Dukung Peningkatan Kualitas Nilam, Mahasiswa UHO Kembangkan Smart Dehumidification Dryer Berbasis AI-IoT

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Sekelompok mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) mengembangkan inovasi teknologi pengeringan daun nilam melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Inovatif (PKM-KI) Tahun 2026.

Inovasi yang diberi nama Syntera tersebut menghadirkan Smart Dehumidification Dryer berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk membantu mengatasi permasalahan pada proses pascapanen daun nilam.

Nilam merupakan salah satu komoditas tanaman penghasil minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, kualitas hasil pengolahan nilam sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan yang dilakukan setelah panen.

Selama ini, proses pengeringan daun nilam masih banyak mengandalkan metode sun drying atau penjemuran menggunakan sinar matahari. Meskipun sederhana dan murah, metode tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga suhu dan kelembapan selama proses pengeringan sulit dikendalikan secara konsisten.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas daun nilam dan kandungan Patchouli Alcohol (PA) yang menjadi salah satu komponen penting dalam menentukan mutu minyak nilam. Ketidakstabilan proses pengeringan pada akhirnya dapat berdampak terhadap kualitas dan nilai ekonomi hasil pengolahan nilam.

Menghadirkan Pengeringan yang Lebih Terkontrol

Melihat permasalahan tersebut, tim Syntera mengembangkan sistem pengeringan yang menggabungkan teknologi dehumidification, AI, dan IoT dalam satu sistem.

Teknologi tersebut dirancang untuk menjaga kondisi ruang pengering agar lebih stabil melalui pengaturan suhu dan kelembapan. Sistem juga memungkinkan kondisi pengeringan dipantau secara real-time sehingga pengguna dapat mengetahui perubahan kondisi selama proses berlangsung.

Dalam pengembangannya, Syntera memanfaatkan beberapa komponen utama, di antaranya ESP32 sebagai pusat kendali, sensor DHT22 untuk membaca suhu dan kelembapan, heater sebagai sumber panas, fan untuk sirkulasi udara, serta Peltier sebagai bagian dari sistem dehumidifikasi.

Data yang diperoleh dari sensor kemudian menjadi dasar dalam proses monitoring dan pengendalian sistem. Integrasi dengan IoT memungkinkan informasi kondisi pengeringan ditampilkan melalui dashboard sehingga proses dapat dipantau dengan lebih mudah.

Tidak Hanya Berorientasi pada Teknologi

Pengembangan Syntera tidak hanya ditujukan untuk menciptakan sebuah alat pengering baru. Tim juga membawa tujuan yang lebih luas, yaitu membantu meningkatkan kualitas proses pascapanen dan memberikan nilai tambah terhadap komoditas nilam.

Dengan proses pengeringan yang lebih terkontrol, tim berharap kualitas daun nilam dapat lebih konsisten dan potensi penurunan kualitas akibat kondisi pengeringan yang tidak stabil dapat diminimalkan.

Dalam jangka panjang, inovasi tersebut diharapkan dapat mendukung petani dan pelaku pengolahan nilam dalam menghasilkan bahan baku yang memiliki kualitas lebih baik sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas nilam.

Dikembangkan Secara Bertahap

Saat ini, tim Syntera masih melakukan berbagai tahapan pengembangan, mulai dari studi literatur, perancangan sistem, pengadaan komponen, perakitan, integrasi AI-IoT, hingga pengujian dan evaluasi sistem.

Selain pengembangan teknologi, tim juga melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan implementasi, termasuk persiapan bahan baku daun nilam serta koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengembangan.

Setiap tahapan dilakukan untuk memastikan sistem yang dikembangkan tidak hanya dapat berfungsi secara teknis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan proses pengeringan daun nilam di lapangan.

Harapan untuk Nilam Indonesia

Melalui Syntera, mahasiswa UHO berupaya menunjukkan bahwa inovasi teknologi dari lingkungan kampus dapat diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Pengembangan teknologi pengeringan ini diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah karya mahasiswa, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan nilai tambah komoditas nilam.

Syntera – Menghubungkan teknologi, pertanian, dan inovasi untuk menghasilkan dampak yang lebih nyata. (*)

 

Editor:NZ