NewsMetro

Enam Ruas Jalan Tuntas Diaspal, PUPR Kendari Kejar Target 9 Ruas Tahun 2026

6
×

Enam Ruas Jalan Tuntas Diaspal, PUPR Kendari Kejar Target 9 Ruas Tahun 2026

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus mempercepat pembenahan infrastruktur jalan di sejumlah wilayah. Hingga 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari telah merampungkan pengaspalan enam ruas jalan dari total sembilan ruas yang menjadi target peningkatan infrastruktur tahun ini.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperbaiki akses masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kota Kendari.

Kepala Dinas PUPR Kota Kendari, Muhammad Jayadi, melalui Kabid Bina Marga, Almuna Mande, menjelaskan pekerjaan peningkatan jalan tersebar di sejumlah kawasan dengan karakter dan kebutuhan yang berbeda.

Beberapa ruas yang masuk dalam program tersebut antara lain Jalan Lampareng, Jalan Mahkota Sultra, Jalan Nipa-Nipa, Jalan Malik VIII, Jalan Alpokat, Jalan Mengkudu, Jalan Kalimantan serta Jalan Amohalo.

Untuk kawasan Kecamatan Kambu, pekerjaan dilakukan melalui konsolidasi pengaspalan Jalan Lampareng sepanjang 500 meter dan Jalan Mahkota Sultra sepanjang 500 meter.

Sementara itu, Jalan Nipa-Nipa sepanjang 300 meter dikonsolidasikan dengan Jalan Malik VIII sepanjang 300 meter. Pekerjaan tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas kedua kawasan dan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat.

Dinas PUPR juga menangani Jalan Alpokat sepanjang 250 meter, Jalan Mengkudu sepanjang 400 meter dan Jalan Kalimantan sepanjang 410 meter.

Salah satu pekerjaan yang memiliki nilai strategis berada di Jalan Amohalo dengan panjang sekitar 1,750 kilometer. Ruas tersebut berada di kawasan persawahan yang memiliki sekitar 300 hektare lahan pertanian.

Almuna mengatakan, peningkatan Jalan Amohalo diharapkan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat di kawasan pertanian. Akses yang lebih baik akan memudahkan mobilitas warga menuju lahan persawahan sekaligus mendukung pergerakan hasil pertanian.

“Jalan Amohalo ini merupakan kawasan persawahan. Di lokasi tersebut terdapat sekitar 300 hektare sawah,” jelasnya.

Pembangunan jalan tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki permukaan jalan yang sebelumnya membutuhkan penanganan. Pemerintah juga mempertimbangkan fungsi masing-masing ruas dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perkembangan kawasan.

Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas warga diharapkan semakin lancar. Akses menuju kawasan permukiman, pusat aktivitas masyarakat hingga wilayah pertanian dapat terhubung dengan lebih baik.

Dinas PUPR Kota Kendari menargetkan pada 2026 terdapat sembilan ruas jalan dan satu jembatan yang mendapatkan penanganan. Penyelesaian enam ruas jalan menjadi bagian dari progres program tersebut, sementara pekerjaan pada ruas lainnya terus didorong sesuai tahapan pelaksanaan.

Menurut Dinas PUPR, pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Jalan yang memadai bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan pengguna kendaraan, tetapi juga memiliki kaitan dengan aktivitas ekonomi, distribusi barang dan jasa serta akses masyarakat terhadap berbagai layanan.

Pemerintah Kota Kendari terus melakukan peningkatan infrastruktur secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan prioritas masing-masing wilayah.

Dengan enam ruas yang telah dirampungkan dan target sembilan ruas pada 2026, Pemkot Kendari berharap pembangunan infrastruktur tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas Kota Kendari dari kawasan perkotaan hingga wilayah yang memiliki potensi ekonomi dan pertanian.(SM)