NewsMetro

40 Pemuda Kendari Belajar Bikin Konten, Disiapkan Jadi Penggerak Literasi

6
×

40 Pemuda Kendari Belajar Bikin Konten, Disiapkan Jadi Penggerak Literasi

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI – Sebanyak 40 pemuda di Kota Kendari mendapat ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus ikut memperkuat budaya literasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Mereka dibekali pengetahuan membuat konten video yang diharapkan mampu menjadi sarana menyebarkan pesan literasi kepada masyarakat.

Pelatihan Konten Video Literasi Tahun 2026 dengan tema “Perkembangan Perpustakaan, Budaya Baca dan Literasi di Kota Kendari”. digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Rabu (9/9/2026).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Rukmana, mengatakan perkembangan media sosial memberikan peluang besar untuk memperluas jangkauan informasi dan pengetahuan. Kondisi tersebut perlu dimanfaatkan untuk membuat gerakan literasi semakin dekat dengan masyarakat.

“Kita menyadari bahwa perkembangan teknologi, khususnya media sosial, memiliki peluang besar untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat. Karena itu, kami memberikan peluang kepada pemuda untuk menyampaikan budaya literasi kepada masyarakat,” ujar Rukmana.

Menurutnya, pesan literasi tidak harus selalu disampaikan melalui cara-cara konvensional. Konten video yang dikemas secara kreatif dapat menjadi medium untuk mengenalkan berbagai aktivitas perpustakaan sekaligus mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas dan sumber pengetahuan yang tersedia.

Rukmana ingin masyarakat memiliki pandangan yang lebih luas tentang fungsi perpustakaan. Perpustakaan tidak sekadar tempat membaca buku, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk belajar, mengembangkan kemampuan, bertukar gagasan dan menghasilkan karya.

“Harapan kami, video konten ini lebih mendorong masyarakat. Berbeda seperti dulu, sekarang bagaimana perpustakaan menjadi tempat bagi masyarakat untuk belajar dan menghasilkan berbagai karya,” katanya.

Ia menilai pemuda memiliki posisi penting dalam membangun budaya literasi di era digital. Kedekatan generasi muda dengan media sosial menjadi modal untuk menyampaikan pesan-pesan edukatif dengan bahasa dan bentuk yang lebih mudah diterima masyarakat.

Transformasi digital juga membuat makna literasi semakin luas. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi mencakup kemampuan mencari, memahami, mengolah dan menyampaikan informasi secara kreatif dan bertanggung jawab.

Karena itu, keterlibatan pemuda diharapkan tidak berhenti pada pelatihan membuat video. Mereka didorong untuk menjadi bagian dari ekosistem literasi dengan menghasilkan konten yang memberikan informasi, edukasi serta inspirasi bagi masyarakat.

Rukmana juga menegaskan bahwa gerakan literasi bukan semata-mata tanggung jawab perpustakaan. Menurutnya, siapa pun dapat mengambil peran dalam menyebarkan pengetahuan dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat.

“Saya menganggap literasi itu bukan punya perpustakaan saja. Literasi itu punya siapa saja untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Melalui keterlibatan generasi muda, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari berharap gerakan literasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama pengguna aktif media sosial.

Tidak hanya memperkenalkan perpustakaan, konten yang dihasilkan juga diharapkan mampu membangun kebiasaan masyarakat untuk terus belajar, mencari informasi yang benar dan mengembangkan kreativitas.

Lebih jauh, kegiatan tersebut ditargetkan melahirkan figur-figur baru yang dapat menjadi penggerak literasi di Kota Kendari. Para peserta diharapkan mampu membawa pesan literasi ke lingkungan masing-masing melalui konten digital maupun kegiatan lainnya.

“Saya juga berharap peserta lomba dapat menjadi tokoh literasi di Kota Kendari,” kata Rukmana.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah memperluas gerakan literasi di Kota Kendari. Dengan melibatkan pemuda, perpustakaan tidak hanya hadir sebagai ruang penyimpanan dan membaca buku, tetapi berkembang menjadi pusat pembelajaran, kreativitas dan produksi pengetahuan yang dapat menjangkau masyarakat melalui berbagai platform digital.(SM)