NewsMetro

Dari Industri ke Layanan Dasar, Kudus dan Kendari Tukar Strategi Dorong Kualitas Hidup

83
×

Dari Industri ke Layanan Dasar, Kudus dan Kendari Tukar Strategi Dorong Kualitas Hidup

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI — Upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat mendorong Pemerintah Kabupaten Kudus menempuh cara berbeda: belajar langsung ke daerah lain. Kunjungan yang dipimpin Bupati Sam’ani Intakoris bersama jajaran kepala OPD berlangsung di ruang rapat Wali Kota Kendari, Selasa (14/4/2026), dengan fokus pada strategi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sam’ani secara terbuka mengapresiasi perkembangan Kota Kendari yang dinilai menunjukkan kemajuan pesat. Ia bahkan menyebut indikator kemajuan bisa terlihat dari geliat ekonomi dan kehadiran investasi di daerah.

“Indikator saya sederhana saja, ketika pusat-pusat usaha mulai hadir, itu menandakan daerah tersebut berkembang. Kota Kendari ini sudah menunjukkan kemajuan yang nyata,” ujarnya.

Ia kemudian memaparkan pengalaman Kabupaten Kudus yang bertumpu pada kekuatan industri besar seperti Djarum, Sukun, dan Pura Group sebagai motor penggerak ekonomi. Menurutnya, sektor tersebut tidak hanya menyerap sekitar 125 ribu tenaga kerja—didominasi perempuan—tetapi juga menjadi sumber kekuatan pembangunan melalui program CSR.

“Setiap tahun ada sekitar 400 rumah layak huni dibangun dari dukungan perusahaan. Belum lagi beasiswa, penghijauan, hingga dukungan di sektor olahraga,” jelasnya.

Ia juga menyoroti besarnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang menjadi penopang fiskal daerah. Dengan kekuatan itu, Kudus mampu mencatatkan PDRB tinggi di Jawa Tengah, meski di sisi lain masih menghadapi tantangan kesenjangan ekonomi.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, memaparkan pendekatan berbeda yang ditempuh pemerintahannya. Fokus utama diarahkan pada penguatan layanan dasar, khususnya pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi IPM.

Di sektor pendidikan, Kota Kendari saat ini memiliki 429 satuan pendidikan dengan total sekitar 15.289 siswa, termasuk 8.800 anak usia PAUD. Pemerintah juga aktif mendorong peningkatan partisipasi sekolah sejak dini, sekaligus mengintegrasikan teknologi pembelajaran melalui program digitalisasi.

“Pendidikan menjadi prioritas kami, mulai dari akses hingga kualitas. Kami pastikan anak-anak mendapatkan layanan yang memadai sejak usia dini,” kata Siska.

Pada sektor kesehatan, capaian Kendari menunjukkan tren positif. Angka harapan hidup terus meningkat hingga diproyeksikan mencapai 75,47 tahun. Dukungan fasilitas kesehatan yang terdiri dari 16 rumah sakit, 37 klinik, dan 15 puskesmas menjadi tulang punggung layanan bagi masyarakat.

Program cek kesehatan gratis bahkan telah menjangkau 258 ribu jiwa atau 70,48 persen penduduk, melampaui capaian nasional. Di sisi lain, kepesertaan jaminan kesehatan telah mencapai 99,46 persen, meski pemerintah masih mendorong peningkatan keaktifan peserta.

Diskusi berlangsung dinamis, di mana sejumlah OPD Kabupaten Kudus secara rinci menggali kebijakan teknis dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Kendari. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton.

Pertemuan ini memperlihatkan dua pendekatan berbeda dalam membangun kualitas hidup masyarakat: kekuatan industri di Kudus dan optimalisasi layanan dasar di Kendari. Keduanya menjadi gambaran bahwa peningkatan IPM membutuhkan strategi yang terintegrasi antara pertumbuhan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.(SM)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News