NewsKesehatanMetro

RSUD Kota Kendari Resmikan Unit Pengelola Darah, Perkuat Layanan Transfusi dan Tingkatkan Keselamatan Pasien

30
×

RSUD Kota Kendari Resmikan Unit Pengelola Darah, Perkuat Layanan Transfusi dan Tingkatkan Keselamatan Pasien

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Upaya Pemerintah Kota Kendari dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kembali diwujudkan melalui peresmian Unit Pengelola Darah (UPD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, Rabu (22/7/2026).

Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kebutuhan darah bagi pasien dapat terpenuhi secara lebih cepat, aman, dan berkualitas.

Peresmian dilakukan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, yang menegaskan bahwa layanan darah merupakan bagian vital dalam sistem pelayanan rumah sakit karena berkaitan langsung dengan penyelamatan nyawa pasien.

Menurut Siska, keberadaan UPD akan memperkuat kemandirian RSUD Kota Kendari dalam memenuhi kebutuhan transfusi darah, sekaligus mendukung pelayanan kegawatdaruratan, tindakan operasi, pelayanan ibu dan anak, hingga penanganan berbagai penyakit yang membutuhkan transfusi.

“Setiap tetes darah memiliki arti yang sangat besar bagi keselamatan pasien. Karena itu, keberadaan Unit Pengelola Darah ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan transfusi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan UPD merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kendari untuk menghadirkan rumah sakit yang semakin profesional dan memenuhi standar pelayanan kesehatan. Fasilitas tersebut mulai dibangun sejak 2025 sebagai investasi jangka panjang dalam memperkuat pelayanan kesehatan daerah.

Tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan transfusi darah, Siska berharap UPD juga menjadi pusat edukasi dan penggerak donor darah sukarela di Kota Kendari. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, PMI, dunia usaha, organisasi masyarakat, institusi pendidikan hingga masyarakat luas.

Wali Kota juga meminta seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di Unit Pengelola Darah untuk mengedepankan profesionalisme, keselamatan pasien, serta etika pelayanan sehingga UPD menjadi layanan yang terpercaya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Siska turut mengungkapkan komitmennya membenahi berbagai fasilitas di RSUD Kota Kendari. Ia mengakui masih terdapat keterbatasan layanan yang menyebabkan ribuan pasien setiap tahun belum dapat tertangani secara optimal.

Berdasarkan data internal rumah sakit, jumlah pasien yang belum dapat dilayani setiap tahun masih berkisar 8.000 hingga 9.000 orang. Kondisi tersebut mendorong pemerintah melakukan transformasi rumah sakit melalui rehabilitasi gedung, penambahan ruang rawat inap, penyediaan alat kesehatan, hingga pembangunan fasilitas baru sesuai kebutuhan tenaga medis.

“Semua pengadaan dilakukan berdasarkan kebutuhan dokter dan masyarakat, bukan atas dasar keinginan semata. Target kami adalah menghadirkan rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan maksimal sehingga masyarakat tidak perlu lagi dirujuk keluar daerah karena keterbatasan fasilitas,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Kota Kendari, drg. Fauziah, menjelaskan pembangunan Unit Pengelola Darah didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp8,77 miliar.

Fasilitas tersebut terdiri atas gedung dua lantai seluas 630 meter persegi, satu unit mobil operasional, serta berbagai peralatan kesehatan modern untuk menunjang pelayanan transfusi darah. RSUD Kota Kendari juga telah menyiapkan tenaga kesehatan yang memenuhi persyaratan operasional, mulai dari dokter spesialis patologi klinik, dokter umum, tenaga transfusi darah, perawat hingga tenaga teknologi laboratorium medik.

Selain itu, UPD didukung Sistem Informasi Donor Darah Kota Kendari yang menjadi basis data donor darah untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

“Layanan ini siap beroperasi penuh setelah memperoleh fasilitasi hasil kredensial dari BPJS Kesehatan. Kami berharap UPD mampu meningkatkan akses pelayanan sekaligus menjadi salah satu pilar penting dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kota Kendari,” ujar Fauziah.

Peresmian Unit Pengelola Darah ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Kendari yang diserahkan kepada Plt Direktur RSUD Kota Kendari, dilanjutkan pengguntingan pita, peninjauan fasilitas UPD, menyaksikan kegiatan donor darah yang dilakukan pegawai RSUD, serta penandatanganan prasasti sebagai tanda beroperasinya fasilitas tersebut.(SM)