Metro

Wali Kota Kendari Serahkan LKPJ, Paparkan Hasil Pembangunan 2025

11
×

Wali Kota Kendari Serahkan LKPJ, Paparkan Hasil Pembangunan 2025

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Kendari Tahun Anggaran 2025 yang diserahkan ke DPRD Kota Kendari, Senin (30/3/2026), memperlihatkan dua sisi pembangunan daerah: pertumbuhan ekonomi yang stabil dan peningkatan kesejahteraan, namun diiringi tantangan serius pada sektor investasi dan ketenagakerjaan.

Dalam laporan tersebut, pemerintah kota mencatat realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1,57 triliun atau 92,05 persen dari target. Struktur pendapatan masih didominasi dana transfer pusat sebesar Rp1,13 triliun, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) berada di angka Rp409,56 miliar atau 81,51 persen.

“Terutama dari PAD, kita ada kenaikan kurang lebih hampir 20 persen, tetapi yang lain-lain masih butuh penanganan dan kolaborasi yang sangat intens,” ungkap Wali Kota dalam penyampaian LKPJ.

Di sisi pengeluaran, realisasi belanja daerah mencapai Rp1,49 triliun atau 89,43 persen. Belanja operasional menyerap porsi terbesar dengan capaian 94,07 persen, sementara belanja modal yang berkaitan langsung dengan pembangunan fisik baru terealisasi 72,51 persen. Kondisi ini menunjukkan ruang percepatan pembangunan infrastruktur masih terbuka lebar.

Meski demikian, indikator makro ekonomi menunjukkan tren yang relatif positif. Pertumbuhan ekonomi Kota Kendari pada 2025 mencapai 5,16 persen, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 4,81 persen. Inflasi juga terkendali di level 2,96 persen, bahkan disebut sebagai salah satu yang paling stabil di Sulawesi Tenggara.

Dari sisi kualitas hidup, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 86,36 poin dan menempatkan Kendari pada posisi keenam secara nasional. Pendapatan per kapita juga meningkat menjadi Rp85,16 juta per jiwa dari sebelumnya Rp80,97 juta.

Penurunan angka kemiskinan turut menjadi catatan positif, dari 4,23 persen pada 2024 menjadi 4,18 persen di tahun 2025. Ketimpangan pendapatan juga membaik dengan gini ratio turun ke angka 0,350 poin.

Namun di balik capaian tersebut, persoalan pengangguran masih menjadi tantangan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) justru mengalami kenaikan menjadi 5,94 persen.

“Ini disebabkan belum tuntasnya RTRW yang menghambat investasi serta tingginya arus urbanisasi dari daerah lain ke Kota Kendari,” jelas Wali Kota.

Faktor belum rampungnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dinilai berdampak langsung pada lambatnya masuk investasi, yang pada akhirnya membatasi penciptaan lapangan kerja baru. Sementara di sisi lain, arus pendatang terus meningkat, menambah tekanan di pasar tenaga kerja.

Pada sektor infrastruktur, pemerintah mencatat pembangunan dan rehabilitasi jalan sepanjang 20,98 kilometer serta pembangunan jalan lingkungan sepanjang 32,58 kilometer. Selain itu, sejumlah fasilitas publik seperti kantor Dinas Perhubungan dan gedung layanan perpustakaan juga telah dibangun.

Penanganan kawasan kumuh menunjukkan progres dengan penurunan luas menjadi 534,11 hektare atau 13,16 persen. Sementara untuk pengendalian banjir, dilakukan pembangunan drainase dan revitalisasi sungai sepanjang 10,65 kilometer.

Namun kebutuhan dasar kota seperti sistem drainase yang terintegrasi dan pengelolaan sampah masih menjadi fokus yang belum sepenuhnya tuntas. Hal ini menjadi perhatian dalam rencana kerja tahun berikutnya.

Pemerintah Kota Kendari juga mulai mengarahkan pembangunan pada peningkatan kualitas ruang terbuka hijau serta penataan estetika kota. Langkah ini dilakukan untuk mendukung visi menjadikan Kendari sebagai kota layak huni dan berdaya saing.

Di tengah dinamika tersebut, Kendari juga dihadapkan pada momentum besar di tingkat internasional. Kota ini dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG Aspac) pada 7–9 Mei 2026, dengan estimasi kehadiran sekitar 250 delegasi dari berbagai negara.

“Ini adalah bukti bahwa Kota Kendari sudah diakui tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan, agenda tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan peluang strategis untuk mendorong investasi dan memperkenalkan potensi daerah ke kancah global.

Ke depan, pemerintah kota menargetkan pembenahan infrastruktur dasar seperti drainase dan pengelolaan sampah, penguatan layanan publik berbasis digital, serta percepatan investasi sebagai kunci pertumbuhan ekonomi.

LKPJ 2025 pada akhirnya menjadi gambaran utuh perjalanan pembangunan Kendari: capaian ekonomi yang mulai menguat, distribusi kesejahteraan yang membaik, namun masih dibayangi tantangan struktural yang membutuhkan langkah konkret dan kolaborasi lintas sektor.(SM)

 

Editor:NZ