NewsMetro

TPST 2027 Jadi Andalan Kendari Atasi Persoalan Sampah, Siska Minta Dukungan Warga

16
×

TPST 2027 Jadi Andalan Kendari Atasi Persoalan Sampah, Siska Minta Dukungan Warga

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari menyiapkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA Puuwatu sebagai salah satu langkah strategis mengatasi persoalan persampahan. Fasilitas yang direncanakan dibangun pada 2027 itu diharapkan menjadi bagian dari perubahan sistem pengelolaan sampah di Kota Kendari.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menegaskan, keberadaan TPST tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, warga diminta ikut mengambil bagian dengan membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Hal tersebut disampaikan Siska saat meninjau langsung kawasan TPA Puuwatu, Rabu (26/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota melihat kondisi kawasan sekaligus titik yang direncanakan menjadi lokasi TPST atau hanggar pengolahan sampah pada 2027.

Siska hadir bersama Wakil Wali Kota Kendari, Ketua DPRD Kota Kendari, Inspektur, Kepala Bappeda, Asisten III, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Sekretaris DLHK.

Dari kawasan puncak TPA Puuwatu, Siska menunjukkan area yang disiapkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah. Kawasan TPA tersebut memiliki luas kurang lebih 36 hektare.

Menurut Siska, pembangunan TPST menjadi bagian dari upaya pemerintah secara bertahap meninggalkan pola open dumping menuju sistem pengelolaan yang lebih tertata.

“Sebentar lagi kita akan menghilangkan yang namanya open dumping dengan sanitari landfill secara perlahan-lahan,” ujar Siska.

Ia menjelaskan, perubahan sistem persampahan harus dilakukan secara bertahap dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri karena persoalan sampah bermula dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

Salah satu langkah yang ditekankan adalah pemilahan sampah dari sumber. Kebiasaan memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah dinilai akan memudahkan proses pengolahan ketika sampah sampai di fasilitas TPST.

“Dan di situ, sana itu akan menjadi lokasi TPST atau hanggar kita untuk 2027,” kata Siska sambil menunjuk area yang akan dikembangkan.

Karena itu, Wali Kota meminta masyarakat memberikan dukungan terhadap rencana tersebut. Ia mengajak warga tidak hanya menunggu pembangunan fasilitas, tetapi mulai melakukan perubahan dari lingkungan rumah masing-masing.

“Mohon dukungannya semua masyarakat Kota Kendari dan jangan lupa pemilahan sampah dari rumah,” pesan Siska.

Pemkot Kendari menargetkan pembangunan TPST dapat memperkuat pengelolaan sampah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sistem pembuangan terbuka. Pengembangan fasilitas ini juga diarahkan untuk mendukung penerapan sanitari landfill secara bertahap di kawasan TPA Puuwatu.

Dengan luas kawasan sekitar 36 hektare, TPA Puuwatu memiliki ruang untuk dikembangkan menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi. Namun, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan perubahan perilaku masyarakat.

TPST 2027 pun diharapkan menjadi momentum bagi Kendari untuk membangun budaya pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Pemerintah menyiapkan fasilitas, sementara masyarakat mengambil peran mulai dari rumah dengan mengurangi dan memilah sampah sebelum dibuang.(SM)