NewsMetro

Bank Sampah Balai Kota Resmi Beroperasi, Wali Kota Siska Tantang 10.505 ASN Jadi Teladan

122
×

Bank Sampah Balai Kota Resmi Beroperasi, Wali Kota Siska Tantang 10.505 ASN Jadi Teladan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari resmi mengoperasikan Bank Sampah Balai Kota Kendari sebagai langkah nyata memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya. Program ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Wali Kota Kendari Nomor 4 Tahun 2026 tentang Gerakan ASN Membawa, Memilah dan Menyerahkan Sampah Anorganik.

Launching Bank Sampah Balai Kota dilakukan Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., di Balai Kota Kendari, Jumat (21/8/2026).

Melalui kebijakan tersebut, sebanyak 10.505 ASN lingkup Pemerintah Kota Kendari ditargetkan mengumpulkan dan menyetorkan minimal dua kilogram sampah anorganik terpilah setiap bulan.

Jika target tersebut terealisasi, sedikitnya 21 ton sampah anorganik berpotensi terkumpul setiap bulan dari lingkungan ASN Pemkot Kendari.

Wali Kota Siska mengatakan, gerakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memberikan contoh kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan.

“Kalau 10.000 orang kali dua kilogram, hampir 20.000 kilogram sampah di Kota Kendari bisa kita kumpulkan dalam waktu sebulan,” kata Siska.

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan maupun pemerintah. Pemilahan harus dimulai dari rumah dan tempat kerja sebelum sampah diserahkan untuk dikelola lebih lanjut.

Siska bahkan mengakui pemerintah sempat terlambat menerapkan gerakan tersebut di lingkungan internal.

“Saya mau meminta maaf kepada seluruh masyarakat karena kebijakan ini terlambat. Masa kita yang memberikan perintah, baru kita yang tidak lakukan?” ujarnya.

Dalam penerapannya, ASN diminta membawa sampah anorganik yang telah dipilah dari rumah maupun kantor untuk disetorkan ke Bank Sampah Balai Kota setiap Jumat pada jam kerja.

Berbagai jenis sampah yang dapat disetorkan antara lain botol plastik, botol deterjen dan sampo, wadah makanan, kertas, buku, kardus, kaleng, besi, seng hingga sisa kabel.

Sampah yang terkumpul selanjutnya memiliki nilai ekonomi. Pemkot Kendari menggandeng CV Jaya Subur sebagai pihak yang menampung sampah anorganik tersebut. Hasilnya dapat dicatat sebagai tabungan maupun dibayarkan secara tunai.

Sebagai simbol dimulainya gerakan, Siska menjadi orang pertama yang menyerahkan sampah anorganik. Sampah yang dibawanya memiliki berat 19,6 kilogram dengan nilai ekonomi Rp33 ribu.

Setelah penyerahan perdana oleh Wali Kota, sejumlah OPD secara bergiliran turut menyerahkan sampah yang telah dikumpulkan.

Siska juga menjadikan keberhasilan Polresta Kendari dalam pengelolaan kebersihan sebagai salah satu inspirasi. Polresta Kendari sebelumnya meraih juara pertama lomba kebersihan tingkat instansi vertikal karena dinilai telah menerapkan pemilahan sampah dan memiliki bank sampah.

“Polresta itu semuanya sudah terintegrasi. Pertama bersih, kedua sudah melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, lalu mereka juga memiliki bank sampah. Kita kenapa terlambat?” katanya.

Wali Kota selanjutnya meminta seluruh kepala OPD, camat dan lurah ikut mengembangkan gerakan bank sampah di wilayah masing-masing. Dunia usaha, komunitas masyarakat dan instansi vertikal juga diharapkan terlibat.

“Pilahlah dari sumbernya, manfaatkan yang masih bernilai, dan sebisa mungkin kurangi sampah yang terbuang ke TPA,” tegasnya.

Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Siska meminta Bank Sampah Balai Kota dikelola secara profesional, transparan dan bertanggung jawab. Ia juga meminta fasilitas bank sampah segera dibenahi agar lebih representatif.

“Jangan sekadar menjadi program kerja di atas kertas, tetapi menjadi gerakan hati dan tindakan nyata kita bersama demi mewujudkan Kota Kendari yang bersih, sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Gerakan ASN tersebut diharapkan menjadi kebiasaan baru di lingkungan pemerintahan sekaligus menginspirasi masyarakat untuk memilah sampah sejak dari sumbernya dan mengembangkan nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan lurah se-Kota Kendari.(SM)