NewsMetro

Perumda Pasar Kendari Buka Akses Berdagang Gratis, Pedagang Liar Diminta Masuk Pasar

69
×

Perumda Pasar Kendari Buka Akses Berdagang Gratis, Pedagang Liar Diminta Masuk Pasar

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Perumda Pasar Kota Kendari membuka peluang baru bagi masyarakat yang ingin memulai usaha. Kios-kios kosong di sejumlah pasar kini dapat dimanfaatkan warga tanpa harus membeli atau membayar uang sewa kios. Kebijakan tersebut disampaikan Direktur Perumda Pasar Kota Kendari Asnar dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2026).

Langkah ini sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di pasar yang masih memiliki banyak kios tidak terpakai.

Asnar mengatakan, warga Kota Kendari yang memiliki kemauan berdagang dapat langsung mengajukan diri untuk menempati kios yang tersedia. Pedagang tidak lagi dibebani biaya pembelian kios seperti yang pernah berlaku sebelumnya.

“Kios-kios yang ada di pasar-pasar kami sekarang kita buka seluas-luasnya untuk setiap warga Kota Kendari untuk masuk berdagang, dengan masuk gratis,” ujar Asnar.

Menurutnya, masyarakat cukup melaporkan diri kepada Perumda Pasar dan dapat langsung menggunakan kios untuk berjualan.

“Masuk gratis. Tidak ada lagi penjualan kios. Tinggal masuk, melaporkan ke kami, masuk berdagang ke pasar-pasar kami,” katanya.

Data Perumda Pasar menunjukkan sejumlah lokasi masih memiliki ratusan kios kosong. Pasar Kota tercatat memiliki 372 petak kosong, Pedis Market 75 petak, Pasar Sentral Wuawua atau Pasar Baru sekitar 650 petak, serta Pasar Basah Mandonga sebanyak 257 petak di lantai dua.

Khusus Pasar Wuawua, pedagang dapat memanfaatkan kios yang tersedia meskipun sebagian masih dalam masa kontrak pihak ketiga. Perumda Pasar telah melakukan kesepakatan agar kios tersebut dapat digunakan sementara oleh pedagang. Biaya yang ditanggung pedagang hanya kebutuhan listrik dan K3.

Asnar menilai kondisi tersebut menjadi peluang bagi masyarakat untuk membuka usaha tanpa harus mengeluarkan modal besar untuk membeli tempat berdagang.

“Ini peluang besar untuk masyarakat untuk memiliki kios tanpa membeli. Yang penting ada niatnya untuk berdagang. Bukan untuk disimpan-simpan sebagai aset, tapi untuk dimanfaatkan berdagang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pedagang yang masih memiliki kontrak dengan Pemkot Kendari dan berjualan di Pasar Panjang maupun lokasi lainnya agar segera mengisi kios yang telah disiapkan. Jika masa kontrak berakhir dan kios tidak dimanfaatkan, tempat tersebut akan dibuka untuk masyarakat lain yang benar-benar ingin berdagang.

Imbauan serupa ditujukan kepada pedagang yang masih berjualan di bahu Jalan Lasandara. Perumda Pasar meminta mereka memanfaatkan kios kosong di Pasar Basah Mandonga sehingga aktivitas perdagangan dapat kembali berlangsung di dalam kawasan pasar.

Dari delapan pasar yang disiapkan, empat lokasi menjadi prioritas awal, yakni Pasar Wuawua, Pasar Kota, Pasar Basah Mandonga dan Pedis Market.

“Yang penting mau berdagang, masuk saja,” kata Asnar.

Kebijakan tersebut juga mendapat dukungan Dewan Pengawas Perumda Pasar Kota Kendari Hendrawan Sumus Gia. Ia mengatakan, masih banyak kios yang tidak aktif meskipun selama bertahun-tahun telah dikuasai pedagang.

Hendrawan menegaskan, kios-kios tersebut bukan hak milik pribadi, melainkan aset Pemerintah Kota Kendari yang dikelola Perumda Pasar.

“Perumda Pasar hari ini mengumumkan kepada masyarakat luas Kota Kendari bahwa kami menyiapkan kios gratis kepada seluruh warga Kota Kendari,” ujarnya.

Menurut Hendrawan, kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari penataan kota. Masyarakat yang selama ini berjualan di pasar-pasar liar diharapkan beralih ke pasar resmi yang telah disediakan pemerintah.

Perumda Pasar menyebut terdapat sekitar 1.800 kios yang tersedia di berbagai pasar. Pedagang yang memanfaatkannya tidak dikenakan biaya pembelian kios, namun tetap membayar iuran pelayanan pasar sesuai luas dan jenis tempat yang digunakan.

Dengan kebijakan tersebut, Perumda Pasar berharap kios-kios yang selama ini kosong dapat kembali produktif, pasar menjadi lebih ramai, sekaligus membuka ruang usaha baru bagi masyarakat Kota Kendari.(SM)