NewsMetro

Roadshow Dapil V, Wali Kota Siska Tegaskan Pemerintah Harus Mendengar Langsung Keluhan Warga

25
×

Roadshow Dapil V, Wali Kota Siska Tegaskan Pemerintah Harus Mendengar Langsung Keluhan Warga

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Beragam persoalan yang dihadapi masyarakat disampaikan langsung kepada Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dalam kegiatan Wali Kota Menyapa bersama Forkopimda di Kecamatan Kadia dan Wua-Wua, Senin (24/8/2026).

Berlangsung di kawasan Kali Kadia, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga menyampaikan aspirasi terkait persoalan lingkungan, infrastruktur, pelayanan publik hingga kebutuhan sosial ekonomi. Siska hadir bersama Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Forkopimda, anggota DPRD dan jajaran kepala organisasi perangkat daerah.

Siska mengatakan, kehadiran seluruh pemangku kepentingan dalam satu forum penting agar berbagai persoalan masyarakat dapat didengar langsung sekaligus dicarikan tindak lanjut.

“Tidak ada lagi yang harus kita salahkan nantinya. Kalau mungkin di reses hanya anggota DPR, masih harus mengoordinasikan dengan Wali Kota. Tapi kalau hari ini kita lengkap semua hadir,” ujar Siska.

Salah satu persoalan yang mencuat adalah banjir. Warga mengeluhkan banjir yang terjadi di sekitar SMPN 9 Kendari dan kawasan Mataiwoi yang disebut berulang hampir setiap tahun.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, warga meminta pemerintah melakukan pengerukan drainase menggunakan alat berat. Selain itu, perbaikan drainase dan sejumlah ruas jalan yang rusak juga dinilai mendesak, termasuk persoalan bangunan yang berdiri di atas kali yang berpotensi menghambat aliran air.

Keluhan lainnya datang terkait penerangan jalan. Warga menyebut sejumlah lampu jalan di Kelurahan Pondambea, Wua-Wua dan kawasan lainnya sudah tidak berfungsi. Pemerintah juga diminta melakukan penebangan pohon di sejumlah ruas jalan yang dinilai mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Persoalan harga LPG 3 kilogram turut menjadi perhatian. Warga mengeluhkan harga gas bersubsidi yang di tingkat pengecer disebut mencapai Rp50 ribu. Padahal, harga eceran yang diharapkan warga tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Aspirasi lain yang disampaikan mencakup pengaspalan jalan, pembangunan taman di sekitar jalur dua Kelurahan Anaiwoi, serta keterlambatan honor ketua RT dan RW.

Warga juga meminta peningkatan pengamanan di sekitar Balai Kota pada jam pulang sekolah karena dinilai rawan terjadi tawuran antarpelajar.

Dalam pertemuan tersebut, warga juga menyampaikan harapan agar program Rp100 juta per kelurahan dapat segera direalisasikan. Siska memastikan program tersebut akan dijalankan secara bertahap sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Kalau bisa hari ini kita selesaikan, kita selesaikan,” kata Siska.

Selain menyerap aspirasi, Siska memperkenalkan penguatan program Lembaga Pengelola Sampah (LPS) yang akan melibatkan masyarakat di setiap kelurahan. Program tersebut diharapkan mampu mengatasi persoalan sampah sekaligus membuka lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Setiap kelurahan juga diwajibkan memiliki bank sampah. Warga akan didorong memilah sampah sejak dari rumah, terutama sampah anorganik seperti plastik dan kardus yang masih memiliki nilai ekonomi. Sementara sampah residu akan dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

Siska menegaskan, program LPS tidak sekadar menjadi solusi persoalan sampah, tetapi juga bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.

“Bukan hanya sebagai pemberdayaan, tetapi juga mengentaskan pengangguran dan meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Siska memastikan berbagai aspirasi yang disampaikan warga akan ditindaklanjuti melalui perangkat daerah terkait. Khusus persoalan lampu jalan, pemerintah menyatakan akan segera melakukan penanganan, sementara persoalan lainnya akan dikoordinasikan sesuai kewenangan dan kebutuhan di lapangan.(SM)