NewsMetro

Pemkot Kendari Matangkan Smart City, Wali Kota Siska Dorong Integrasi Teknologi dan Data

34
×

Pemkot Kendari Matangkan Smart City, Wali Kota Siska Dorong Integrasi Teknologi dan Data

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus mematangkan penerapan smart city sebagai strategi memperkuat tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat yang dipimpin Wali Kota Kendari dr. Siska Karina Imran, di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Rabu (19/8/2026).

Wali Kota Siska mengatakan, penerapan smart city menjadi kebutuhan yang semakin mendesak seiring pesatnya perkembangan teknologi dan kompleksitas tantangan pembangunan perkotaan.

Menurutnya, Kendari tidak cukup hanya mengandalkan potensi daerah. Sumber daya manusia (SDM) dan teknologi harus dipersiapkan secara bersamaan agar daerah mampu berkembang menjadi kota yang maju dan berdaya saing.

“Kalau kita bicara Smart City, kita termasuk kategori kota yang sangat membutuhkan. Apalagi semakin hari tantangan kita semua adalah teknologi. Kita tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya yang kita miliki,” ujar Siska.

Ia menegaskan, smart city bukan sekadar memperbanyak aplikasi. Sistem yang dibangun harus terintegrasi, didukung infrastruktur memadai, serta mampu menghasilkan data yang dapat digunakan pemerintah untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Siska menyebut Kendari saat ini berada dalam kategori kota sedang dan memiliki target berkembang menjadi kota besar. Karena itu, berbagai sistem pendukung harus mulai dipersiapkan sejak sekarang.

Penguatan sistem digital juga dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi pendapatan daerah. Siska menilai masih terdapat potensi yang belum tergali di Bapenda, baik melalui ekstensifikasi maupun pemutakhiran data

Selain sektor pendapatan, ia meminta integrasi teknologi juga diarahkan pada pariwisata, perdagangan dan ketenagakerjaan. Pengelolaan data yang akurat dan terintegrasi diharapkan dapat membantu pemerintah mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Yang kita inginkan adalah pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan tepat. Teknologi harus menjadi sarana untuk mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, Direktur Cartenz Technology Indonesia Zainal Arifin memaparkan sejumlah solusi untuk mendukung transformasi digital pemerintahan. Ia menjelaskan, keberhasilan smart city tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan infrastruktur, tata kelola, keamanan data dan sumber daya manusia.

“Teknologi harus dibangun dengan konsep integrasi. Data dari berbagai perangkat daerah harus dapat dimanfaatkan bersama sehingga menghasilkan informasi yang dapat mendukung pengambilan keputusan,” jelas Zainal.

Salah satu solusi yang diperkenalkan adalah Citigov, platform digital berbasis Softwares a Service (SaaS) yang dirancang sebagai ekosistem digital pemerintahan. Platform tersebut memungkinkan berbagai kebutuhan, mulai dari sistem informasi, administrasi, pelayanan publik hingga sistem antrean, terhubung dalam satu ekosistem.

Cartenz juga memaparkan SmartGov Revenue, sistem modernisasi administrasi pajak daerah berbasis web dan mobile. Sistem ini mencakup pendataan, pelaporan, pemetaan atau Taxation Map hingga penerimaan yang dapat diintegrasikan dengan bank daerah.

Fitur Fiskal Kadaster Terintegrasi turut menjadi perhatian. Sistem tersebut memungkinkan petugas memperbarui data objek pajak melalui survei lapangan secara digital dengan perangkat seluler, lengkap dengan informasi objek, lokasi, foto dan video.

Selain itu, Cartenz memperkenalkan PALAPA sebagai ekosistem digital terpadu yang dapat membantu koordinasi antarinstansi serta pemantauan kebijakan dan program prioritas pemerintah secara lebih terukur.

Paparan tersebut menjadi bahan pertimbangan Pemkot Kendari untuk menentukan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan daerah. Siska berharap teknologi yang dikembangkan nantinya dapat segera diintegrasikan dan berada dalam pemantauan tim digital Pemkot Kendari.

“Saya ingin cepat dan langsung dikoneksikan dan dikembangkan. Saya menginginkan dalam pantauan tim digital saya. Apa saja yang kita butuhkan sehingga teknologi yang ada bisa memberikan proses dan sistem sesuai dengan harapan kita,” ujarnya.

Penerapan smart city selanjutnya akan diarahkan melalui kolaborasi lintas OPD, termasuk Kominfo, Bappeda, Bapenda, Inspektorat dan OPD teknis lainnya. Transformasi digital juga diharapkan mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, transportasi hingga pelayanan pemerintahan.

Pemkot Kendari menilai kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan menjadi kunci agar smart city tidak berhenti sebagai program teknologi, tetapi berkembang menjadi ekosistem digital yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rapat tersebut turut dihadiri Bappeda, Inspektorat, Bapenda, Diskominfo, DPMPTSP, BPKAD, Dishub, PT Trada Telkom Indonesia.(SM)