NewsMetro

Pemkot Susun Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kota Kendari

450
×

Pemkot Susun Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kota Kendari

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Tekan angka stunting, Pemerintah Kota Kendari gelar rapat percepatan penurunan stunting di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (30/5/2024).

Dihadiri perwakilan dari Staf Ahli Dirjen Kementerian Dalam Negeri, membahas urgensi penurunan angka stunting di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sekda Kota Kendari, Ridwansyah Taridala mengatakan jika pihaknya mendukung langkah-langkah pemerintah pusat yaitu dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait stunting.

“Saya berharap kita semua paham akan stunting dan bersedia berperan aktif dalam upaya pencegahan serta penanggulangannya,” ungkap Ridwansyah.

Menurutnya, program penurunan stunting harus terus dilakukan. Selain itu mengidentifikasi target-target yang bersifat spesifik, diharapkan upaya ini dapat memberikan dampak yang signifikan dalam mengurangi angka stunting di Kota Kendari.

“Penurunan angka stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab kita semua,” jelasnya.

Tak hanya itu, dalam rapat ini juga dibahas mengenai standar yang akan diterapkan dalam program penurunan stunting dengan referensi langsung dari Kementerian Dalam Negeri.

Standar yang jelas dan terukur diharapkan dapat menjadi panduan yang efektif bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini.

“Sebagai langkah awal dalam rangka mencapai visi Kota Kendari yang bebas stunting, rapat ini menjadi titik tolak yang penting dalam menyusun strategi dan langkah-langkah konkrit yang akan diambil ke depannya” bebernya.

Diketahui, upaya penurunan angka stunting harus melibatkan semua pihak. Seperti kolaborasi dan komitmen sehingga mampu mencapai target percepatan penurunan stunting di Kota Kendari. (NV)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News