NewsMetro

206 Siswa Mulai Tinggal di Asrama, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kendari Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

17
×

206 Siswa Mulai Tinggal di Asrama, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kendari Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Kendari memasuki tahap penting menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Sebanyak 206 peserta didik baru resmi menjalani proses awal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan registrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga menempati asrama pada Jumat (31/7/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Jabar, mengatakan seluruh tahapan persiapan berlangsung sesuai rencana sebagai bagian dari kesiapan sekolah menyambut proses belajar mengajar.

“Hari ini seluruh peserta didik mengikuti registrasi, pemeriksaan kesehatan bersama orang tua, kemudian dilanjutkan dengan pembagian kamar asrama. Mulai malam ini seluruh siswa sudah tinggal di asrama untuk mengikuti seluruh tahapan MPLS yang telah disusun oleh Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kendari,” kata Jabar.

Ia menjelaskan, 206 siswa tersebut terdiri atas 26 peserta didik Sekolah Rakyat Dasar (SRD), 90 peserta didik Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), dan 90 peserta didik Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA).

Menurutnya, registrasi dilakukan untuk memastikan seluruh administrasi peserta didik telah lengkap sebelum memasuki proses pembelajaran. Sementara pemeriksaan kesehatan menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi fisik siswa sekaligus memastikan mereka siap mengikuti seluruh aktivitas pendidikan di lingkungan sekolah berasrama.

“Seluruh proses ini menjadi bagian dari persiapan agar siswa dapat memulai kegiatan belajar dalam kondisi sehat, nyaman, dan siap beradaptasi dengan lingkungan baru,” ujarnya.

Penerapan sistem pendidikan berasrama menjadi salah satu konsep utama Sekolah Rakyat Terintegrasi 2. Dengan tinggal di lingkungan sekolah, para peserta didik tidak hanya mengikuti pembelajaran akademik, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, kemandirian, serta aktivitas keseharian yang terintegrasi.

Jabar menyebutkan, malam pertama di asrama menjadi bagian dari proses adaptasi sebelum peserta didik mengikuti seluruh rangkaian MPLS yang telah disiapkan pihak sekolah.

Selama masa pengenalan lingkungan sekolah, siswa akan dikenalkan dengan budaya sekolah, tata tertib, fasilitas pendidikan, sistem pembelajaran, hingga berbagai kegiatan yang bertujuan membangun semangat kebersamaan dan tanggung jawab.

Pemerintah Kota Kendari juga telah menjadwalkan pembukaan resmi MPLS pada Senin, 3 Agustus 2026. Kegiatan tersebut rencananya akan dibuka langsung oleh Wali Kota Kendari sebagai penanda dimulainya operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 2.

Dinas Sosial optimistis pelaksanaan MPLS hingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lancar berkat dukungan tenaga pendidik, wali asuh, serta sinergi berbagai organisasi perangkat daerah yang telah terlibat dalam mempersiapkan operasional sekolah.

Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 merupakan bagian dari Program Nasional Sekolah Rakyat yang bertujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Dengan konsep pendidikan terpadu dan fasilitas berasrama, sekolah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkarakter, mandiri, dan memiliki daya saing, sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Kendari dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.(SM)