NewsMetro

Sejumlah SPPG di Kendari Dihentikan Sementara, BGN Pastikan Layanan MBG Tetap Berjalan

11
×

Sejumlah SPPG di Kendari Dihentikan Sementara, BGN Pastikan Layanan MBG Tetap Berjalan

Share this article

TERAMEDIA.ID,KENDARI, – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sulawesi Tenggara memastikan penghentian sementara operasional lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Kendari dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keamanan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator SPPG/BGN Regional Sulawesi Tenggara, Maharanny Puspaningrum, dalam rapat koordinasi percepatan Program MBG dengan Pemkot Kendari mengungkapkan, dari total 41 SPPG yang ada di Sulawesi Tenggara, saat ini 40 telah beroperasi, satu masih dalam tahap penyelesaian administrasi, sementara lima SPPG di Kota Kendari untuk sementara dihentikan operasionalnya.

“Penghentian sementara ini dilakukan bukan karena program dihentikan, tetapi sebagai langkah pembenahan agar seluruh standar pelayanan dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Maharanny di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, empat SPPG dihentikan sementara karena menjalani perbaikan sarana dan prasarana. Keempatnya yakni SPPG Kadia Anaiwoi, Kendari Caddi 3, Kendari Barat Watu-watu, dan Kendari Barat Tipulu.

Sementara itu, SPPG Kadia Bende 2 menjalani penghentian sementara setelah ditemukan benda asing di dalam ompreng atau wadah makanan yang diterima salah satu penerima manfaat.

Menurut Maharanny, evaluasi tersebut merupakan bagian dari sistem pengawasan yang diterapkan Badan Gizi Nasional untuk memastikan setiap makanan yang didistribusikan memenuhi standar keamanan pangan.

“Ketika ditemukan hal yang perlu dibenahi, kami langsung melakukan evaluasi dan penghentian sementara agar perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh sebelum layanan kembali dibuka,” jelasnya.

Meski lima SPPG dihentikan sementara, pelayanan Program Makan Bergizi Gratis di Sulawesi Tenggara tetap berjalan. Hingga kini, sebanyak 112.193 penerima manfaat telah terlayani atau sekitar 90,66 persen dari total sasaran sebanyak 123.756 orang.

Program MBG mencakup peserta didik mulai jenjang SD hingga SMA, baik negeri, swasta maupun sekolah keagamaan. Selain itu, penerima manfaat juga meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta guru dan tenaga kependidikan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025.

Maharanny mengakui Kota Kendari masih membutuhkan tambahan SPPG. Pasalnya, sejumlah dapur MBG yang masih beroperasi saat ini telah melayani melebihi kapasitas ideal 3.000 porsi per hari.

SPPG Wawanggu, misalnya, telah melayani sekitar 3.600 penerima manfaat, sedangkan SPPG Bende melayani sekitar 3.500 penerima manfaat. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan penambahan dapur MBG agar distribusi pelayanan menjadi lebih merata.

“Masih ada kebutuhan penambahan SPPG di Kota Kendari. Saat ini beberapa masih dalam tahap persiapan, namun penambahannya masih menunggu kebijakan moratorium dicabut,” katanya.

Selain memperluas jangkauan layanan, BGN juga terus mendorong peningkatan standar operasional seluruh SPPG melalui pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal, serta sertifikasi chef bagi tenaga pengolah makanan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan setiap menu yang disajikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan, bergizi seimbang, serta diproduksi dengan prosedur yang sesuai ketentuan.

BGN menegaskan penghentian sementara lima SPPG merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan evaluasi untuk menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis, sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tetap aman, berkualitas, dan berkelanjutan.(SM)