NewsMetro

MBG di Kendari Jadi Penggerak Ekonomi Lokal, Wali Kota Minta SPPG Prioritaskan Produk Daerah

15
×

MBG di Kendari Jadi Penggerak Ekonomi Lokal, Wali Kota Minta SPPG Prioritaskan Produk Daerah

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kendari terus menunjukkan perkembangan positif. Selain cakupan layanan yang telah menjangkau lebih dari 90 persen sasaran, program nasional tersebut kini juga diarahkan menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk pertanian, perikanan, UMKM, hingga koperasi di Kota Kendari.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Program Makan Bergizi Gratis Tahun 2026 yang dipimpin Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Senin (3/8/2026).

Dalam arahannya, Siska menegaskan Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas nasional yang harus mendapat dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi juga membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah, Forkopimda, OPD, pelaku usaha, hingga masyarakat.

“Program ini bukan hanya tentang menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak. Di dalamnya ada peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi pengangguran, memberdayakan UMKM, hingga memperkuat ekonomi daerah. Karena itu kita harus mengelolanya bersama,” ujar Siska.

Ia menjelaskan, salah satu fokus Pemerintah Kota Kendari adalah memastikan manfaat ekonomi dari program tersebut tetap berputar di daerah. Seluruh dapur MBG diminta mengutamakan pembelian bahan pangan dari petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, dan koperasi yang berada di Kota Kendari.

Menurutnya, setiap wilayah memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai pemasok kebutuhan dapur MBG. Karena itu, perangkat daerah seperti Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, hingga Dinas Ketahanan Pangan diminta aktif mengidentifikasi potensi tersebut agar dapat terhubung dengan SPPG.

“Kita jangan sampai membeli kebutuhan dari luar daerah kalau produk itu tersedia di Kota Kendari. Momentum ini harus menjadi peluang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat kita sendiri,” tegasnya.

Siska juga mendorong agar 65 Koperasi Merah Putih yang telah terbentuk di seluruh kelurahan dapat mengambil peran sebagai bagian dari rantai pasok Program MBG. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan bergizi, tetapi juga masyarakat yang bergerak di sektor produksi dan distribusi pangan.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, menyampaikan saat ini jumlah penerima manfaat MBG di Kota Kendari mencapai 112.193 orang. Rinciannya terdiri atas 90.880 peserta didik, 8.448 tenaga pendidik, dan 12.865 kelompok 3B.

Ia menjelaskan, layanan tersebut telah mencakup lebih dari 90 persen target melalui 41 SPPG yang tersebar di Kota Kendari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 SPPG sedang beroperasi, sementara lima lainnya menjalani penghentian sementara untuk penyempurnaan sarana dan prasarana.

“Secara umum layanan MBG di Kota Kendari sudah berjalan baik dan terus dilakukan pembenahan sesuai arahan Badan Gizi Nasional,” kata Mulyadi.

Ia menambahkan, Program MBG juga memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja. Hingga kini sebanyak 2.042 tenaga kerja telah terserap di seluruh SPPG, mulai dari kepala satuan pelayanan, tenaga administrasi, ahli gizi, akuntan, juru masak hingga relawan.

Koordinator Regional SPPG/BGN Sulawesi Tenggara, Maharanny Puspaningrum, mengungkapkan sebagian besar tenaga kerja tersebut merupakan warga Kota Kendari. Berdasarkan pendataan terbaru, sekitar 95,4 persen tenaga kerja yang bertugas di SPPG berasal dari masyarakat lokal.

Selain memperkuat penyerapan tenaga kerja, pihaknya juga terus meningkatkan kualitas layanan melalui pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikasi halal, dan penyediaan chef bersertifikat di setiap SPPG. Upaya tersebut dilakukan agar makanan yang diterima masyarakat tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan memenuhi standar nasional.

Melalui koordinasi yang terus diperkuat, Pemerintah Kota Kendari berharap Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya sukses meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(SM)