NewsPolitik

Lewat Waktu Kesepakatan, Bawaslu Kota Kendari Bakal Awasi Penertiban APK Senin Depan

646
×

Lewat Waktu Kesepakatan, Bawaslu Kota Kendari Bakal Awasi Penertiban APK Senin Depan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Bawaslu Kota Kendari bakal melakukan pengawasan terhadap penertiban Alat Peraga Sosial (APS) yang menyerupai Alat Peraga Kampanye (APK) yang bakal dilakukan oleh pemerintah Kota Kendari pada Senin 16 Oktober 2023 mendatang.

Penertiban ini dilakukan setelah adanya kesepakatan yang dibuat antara, Bawaslu, KPU, Pemerintah Kota Kendari dan Parpol terkait penertiban APS menyerupai APK. Pasalnya tahapan pemilu baru memasuki sosialisasi.

Ketua Bawaslu Kota Kendari, Sahinuddin menjelaskan, pada kesepakatan yang dibangun pada 5 Oktober kemarin, mestinya tanggal 10 Oktober merupakan hari terakhir penertiban yang dilakukan oleh Parpol.

Namun, pasca rapat bersama pemerintah Kota di Kantor Walikota Kendari, pada Rabu, (11/10/2023) sore tadi, personil Pol-PP Kota Kendari sedang mengikuti kegiatan Pengurangan Resiko Bencana (PRB).

Olehnya, kata Sahinuddin, dalam rapat tersebut lahir kesepakatan antara KPU, Bawaslu dan Pemkot bahwa penertiban bakal dilakukan pada Senin Mendatang.

“Personil Pol-PP sedang mengikuti kegiatan PRB di ex Tugu MTQ, jadi kesepakatannya, Senin depan tepatnya pagi hari, kami KPU dan Bawaslu bakal mengawasi penertiban yang dilakukan oleh pemerintah Kota Kendari melaui satpol-pp,” ungkapnya via telepon, Rabu, (11/10/2023).

Sahinuddin menlanjutkan, Bawaslu Kota Kendari, menghimbau para partai Politik (Parpol) untuk menahan diri dan menyegerakan penertiban APKnya.

Melalui, PKPU nomor 15 tahun 2023, tahapan Pemilu baru memasuki tanapan sosialisasi, sedang untuk Kampanye bakal digelar tiga hari pasca penetapan daftar calon tetap (DCT) Pemilihan Calon Legislatif (Pilcaleg) atau tepatnya 28 November 2023.

“Sekarang masih Tahapan sosialisasi. APS yang menyerupai APK bakal kita tertibkan, kami Bawaslu dan KPU akan mengawasi penertiban tersebut,” pungkasnya. (ST).

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News