News

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Jadi Sorotan di Rakornas Produk Hukum Daerah, Angkat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

412
×

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Jadi Sorotan di Rakornas Produk Hukum Daerah, Angkat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI- Kehadiran Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) produk hukum daerah yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (26/8/2025). Sosoknya mendapat perhatian luas setelah viral dengan aksi pengibaran bendera merah putih di bawah laut yang sempat mendunia.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bahkan menyinggung kiprah Sherly yang dijuluki “mermaid” karena aksinya tersebut “Bu Serli, Gubernur Maluku, viral se-Indonesia bahkan sampai ke banyak negara karena pengibaran bendera merah putih di bawah laut” ucap Mendagri.

Kehadiran Sherly Laos di Kendari disambut meriah masyarakat. Selain karena prestasi dan kepemimpinannya, Sherly juga menjadi gubernur perempuan yang dinilai membawa energi positif di forum nasional.

Secara data, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara  tercatat mencapai 32 persen. Hal ini ditopang oleh berbagai terobosan daerah, salah satunya melalui program Koperasi Merah Putih.

Dalam keterangannya, Sherly Laos menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih mengelola dana sebesar Rp1,6 triliun dengan pola berlapis agar benar-benar menyentuh masyarakat “Dana Rp1,6 triliun itu bisa lewat yayasan ke dapur, dari dapur ke SPPG, lalu ke nelayan melalui aksi Merah Putih. Koperasi Merah Putih membeli langsung dari nelayan dan petani lokal. Dari Rp1,6 triliun itu ada multiplayer effect hingga menghasilkan Rp2,3 triliun uang yang berputar di Maluku Utara” jelas Sherly.

Saat ini, lanjut Sherly, program baru terealisasi sekitar 20 persen, namun ditargetkan akan mencapai 100 persen “Kami akan terus dorong agar dampaknya semakin besar bagi masyarakat Maluku Utara” tuturnya.*(MW)

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News