HeadlineEkonomiNews

Meriahkan HUT RI KE-81, Menteri Kelautan dan Perikanan Bersama OJK Soft Launching EKosistem Keuangan Inklusif di Kampung Nelayan Merah Putih

416
×

Meriahkan HUT RI KE-81, Menteri Kelautan dan Perikanan Bersama OJK Soft Launching EKosistem Keuangan Inklusif di Kampung Nelayan Merah Putih

Share this article

TERAMEDIA.ID, Konawe – Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 menjadi momentum bersejarah bagi kebangkitan ekonomi masyarakat pesisir di Desa Sorue Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. (17/8/2026)

Peringatan kemerdekaan di kawasan pesisir ini diisi dengan upacara bendera yang diikuti oleh sekitar 1.000 peserta, dan dirangkaikan Soft Launching Kolaborasi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) pada Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono beserta jajaran Direktur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gubernur Sulawesi Tenggara Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua, Anggota DPD RI Komisi IV Leni Andriani Surunuddin, Wakil Ketua III Komite II DPD RI Umar Bonte, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat serta nelayan pesisir setempat.

Terkait kolaborasi tersebut, Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan guna memperkuat ekosistem keuangan inklusif serta memastikan keberlanjutan akses permodalan bagi masyarakat pesisir di daerah tersebut. Ia menyampaikan bahwa pembentukan pusat keuangan terpadu ini merupakan kelanjutan dari program pendampingan inkubasi keuangan yang telah berjalan sejak awal tahun 2026.

“Penguatan ekonomi masyarakat pesisir ini kita lakukan melalui tiga tahapan, mulai dari prainkubasi, inkubasi, hingga pascainkubasi. Ke depan, untuk menjaga keberlanjutan program ini, kami berencana membangun financial center di KNMP Desa Sorue Jaya,” kata Bismi.

Lebih lanjut, Ia menyebutkan bahwa pada tahap pasca inkubasi saat ini, OJK telah melaksanakan berbagai edukasi dan bimbingan teknis dalam pengelolaan keuangan kepada nelayan, UMKM, Ibu Rumah Tangga pelaku usaha, dan pelajar di wilayah KNMP serta memfasilitasi integrasi berbagai industri jasa keuangan untuk menyalurkan pembiayaan produktif, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), modal usaha kelompok perempuan, hingga tabungan kepada anak-anak nelayan.

Sebagai wujud nyata dari tahapan sinergi tersebut, Bismi merinci capaian realisasi inklusi keuangan dari Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dan lembaga terkait selama periode Januari hingga Juli 2026.

“Sebagai tahap awal kolaborasi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menyalurkan fasilitas kredit kepada 49 debitur dengan total plafon sebesar Rp1,527 miliar, membuka rekening tabungan bagi 52 nasabah pesisir, serta memperluas akses melalui penyediaan satu Agen BRILink. Selain itu, pembiayaan PNM Mekaar bagi kelompok usaha perempuan pelaku UMKM telah terealisasi kepada 23 debitur dengan plafon mencapai Rp183,5 juta, disusul pembukaan 30 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) oleh Bank Sultra dan 44 rekening oleh PT BPR Bahteramas Konawe, serta dukungan 10 unit alat pendeteksi ikan (fish finder) dari Bank Indonesia,” ujar Bismi Maulana.

Di samping permodalan dan literasi dari Industri Jasa Keuangan, ekosistem keuangan terpadu di Desa Sorue Jaya juga mencakup aspek pelindungan jaminan sosial bagi para pekerja rentan di sektor kelautan. “Untuk tahap ini, BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 22 nelayan. Ke depan, model kolaborasi ini akan terus kita perluas agar bisa menjangkau seluruh nelayan di Sulawesi Tenggara,” jelas Bismi Maulana.

Selain akses permodalan dan perlindungan jaminan sosial, perayaan HUT RI ke-81 di KNMP Desa Sorue Jaya semakin meriah dengan digelarnya berbagai kegiatan kerakyatan yang memadukan hiburan dan pemberdayaan. Rangkaian kegiatan meliputi bazar dan penjualan sembako murah melalui pembagian kupon gratis kepada masyarakat, serta aneka perlombaan tradisional seperti tarik tambang, panjat pinang, balap karung, dan lari kelereng Dalam rangka mendorong kemandirian warga, diselenggarakan pula pelatihan peningkatan kapasitas secara gratis seperti pelatihan servis mesin nelayan, ecoprint, dan sablon.

Perayaan ini juga menjadi wadah strategis bagi pameran dan promosi produk unggulan UMKM serta IKM setempat. Berbagai produk olahan hasil perikanan khas pesisir ditampilkan memikat pengunjung, mulai dari teri kripsi, sambal tuna asap, bakso ikan, semai ikan, bakso tahu, aplang ikan dan cumi, hingga beragam produk olahan hasil perikanan lainnya Sejalan dengan komitmen pelindungan konsumen, perluasan akses pembiayaan ini turut diimbangi dengan edukasi literasi keuangan. Rangkaian kegiatan HUT RI dimeriahkan oleh kehadiran 25 pelaku UMKM serta booth dan mobil layanan keliling dari OJK, Bank Sultra, BRI, BPR, BNI, BPJS Ketenagakerjaan, dan PNM. Melalui fasilitas jemput bola ini, masyarakat pesisir dapat berkonsultasi dan mendapatkan edukasi keuangan secara langsung agar terhindar dari risiko kejahatan finansial dan mampu mengelola permodalan secara bijak.

Kolaborasi Program EKI-KNMP ini diharapkan dapat mempercepat perluasan akses keuangan formal, memperkuat perlindungan sosial dan ekonomi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif di Kabupaten Konawe. Melalui sinergi solid antara KKP, OJK, Pemerintah Daerah, dan seluruh PUJK, KNMP Desa Sorue Jaya diproyeksikan akan terus tumbuh menjadi kawasan ekonomi pesisir yang produktif dan berkelanjutan. (*)

Editor:NZ