NewsHeadlineMetro

Pemprov Sultra Gelar Apel Siaga dan Simulasi Penanganan Karhutla

23
×

Pemprov Sultra Gelar Apel Siaga dan Simulasi Penanganan Karhutla

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar apel siaga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan simulasi penanganan karhutla yang melibatkan sejumlah instansi dan stakeholder terkait.

Apel siaga diikuti unsur BNPB, TNI, Polri, SAR, Dinas Sosial, Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV, ORARI, Dinas Kehutanan dan Polisi Kehutanan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, pemadam kebakaran serta berbagai unsur terkait lainnya.

Dalam arahannya, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan bahwa apel siaga dan simulasi tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Menurutnya, seluruh pemerintah daerah harus memastikan kesiapan personel, peralatan, anggaran hingga strategi penanganan bencana.

Andi Sumangerukka juga meminta seluruh bupati dan wali kota segera mengaktifkan posko siaga karhutla di wilayah masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dalam menghadapi potensi bencana akibat kondisi kekeringan.

“Respons kita terhadap ancaman tersebut tidak boleh hanya menganggap apel siaga dan simulasi ini sebagai kegiatan seremonial. Kita harus benar-benar membangun kesiapan,” tegasnya.

Gubernur menyebut perubahan iklim global yang semakin tidak menentu turut meningkatkan risiko terjadinya bencana. Karena itu, pola penanggulangan bencana harus bergeser dari sekadar merespons setelah kejadian menjadi langkah pencegahan dan pengurangan risiko sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut turut disampaikan dukungan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari berupa bantuan 27 unit mesin Alkon yang didistribusikan ke sejumlah kabupaten dan kota.

Kota Kendari mendapat empat unit mesin Alkon. Sementara Kabupaten Muna Barat menerima lima unit, Kota Baubau dua unit, Kabupaten Kolaka tiga unit, Kabupaten Kolaka Timur 10 unit, Kabupaten Konawe dua unit dan Kabupaten Konawe Selatan satu unit.

Selain mesin Alkon, terdapat satu unit mobil tangki air berkapasitas 8.000 liter yang saat ini berada di Abuki, Kabupaten Konawe. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak kekeringan, khususnya untuk penyediaan dan distribusi air bagi masyarakat yang mengalami krisis air.

Gubernur juga meminta pemerintah kabupaten dan kota menyiapkan sumber air alternatif serta memastikan distribusi air bersih menggunakan armada tangki apabila terjadi krisis air di kawasan permukiman.

Di sisi lain, Andi Sumangerukka menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah karhutla. Edukasi mengenai bahaya dan dampak kebakaran harus terus dilakukan agar masyarakat memahami risiko serta turut berperan aktif menjaga lingkungan.

Melalui apel siaga dan simulasi tersebut, pemerintah berharap seluruh unsur terkait memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi ancaman karhutla dan kekeringan, sekaligus mampu bergerak cepat dan terpadu ketika bencana terjadi.*red