NewsMetro

Jembatan Garuda Resmi Dibuka, Siska Apresiasi Kodim 1417/Kendari Buka Akses Warga

81
×

Jembatan Garuda Resmi Dibuka, Siska Apresiasi Kodim 1417/Kendari Buka Akses Warga

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Dua unit Jembatan Garuda yang berada di Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, resmi dibuka untuk masyarakat, Senin (24/8/2026).

Jembatan yang dibangun di atas Kali Kadia itu membuka akses dan memperkuat konektivitas warga Punggolaka dengan Kelurahan Kadia, serta Kelurahan Tobuha.

Peresmian tersebut dihadiri Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, Wakil Wali Kota, Komandan Kodim 1417/Kendari Kolonel Danny AP Girsang, jajaran Forkopimda, camat, lurah serta masyarakat setempat.

Siska menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 1417/Kendari, yang telah menghadirkan infrastruktur tersebut bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan jembatan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi memiliki makna lebih luas karena membuka akses, memperlancar mobilitas dan mendekatkan masyarakat dengan berbagai peluang.

“Bagi saya, sebuah jembatan bukan hanya persoalan konstruksi atau bangunan yang menghubungkan satu sisi dengan sisi lainnya. Namun jembatan adalah tentang membuka akses, konektivitas, dan mendekatkan masyarakat dengan berbagai kesempatan,” kata Siska.

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur seperti Jembatan Garuda menjadi penting bagi Kota Kendari yang terus berkembang. Pertumbuhan penduduk, aktivitas perdagangan, pendidikan, ekonomi dan mobilitas masyarakat membutuhkan dukungan infrastruktur yang semakin baik.

Dengan akses yang lebih mudah, masyarakat di sekitar Punggolaka dan Kadia diharapkan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih efisien. Termasuk pelajar yang menuju sekolah, warga yang bekerja, hingga pelaku UMKM dan kelompok tani yang membutuhkan akses untuk mengangkut barang.

Siska juga menegaskan, pembangunan dua jembatan tersebut menjadi bukti bahwa pemenuhan kebutuhan masyarakat dapat dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Bahkan, pembangunan Jembatan Garuda tidak menggunakan anggaran APBD Kota Kendari.

“Ini meringankan beban kita di daerah. Jembatan ini adalah kebutuhan utama masyarakat,” ujarnya.

Komandan Kodim 1417/Kendari Kolonel Danny AP Girsang menjelaskan, dua jembatan tersebut berada dalam jarak sekitar 100 meter. Masing-masing jembatan memiliki panjang bentangan delapan meter.

Pembangunan dilakukan melalui program bantuan masyarakat yang disalurkan melalui TNI Angkatan Darat dan dilaksanakan secara swakelola. Danny mengatakan, pembangunan jembatan merupakan bagian dari upaya membuka kembali akses dan konektivitas wilayah yang membutuhkan.

“Anggaran yang diberikan untuk pembangunan jembatan ini disebut anggaran bantuan masyarakat yang disalurkan melalui TNI Angkatan Darat untuk dilaksanakan secara swakelola,” jelasnya.

Danny menambahkan, pembangunan kedua jembatan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 30 hingga 35 hari. Proses pengerjaan melibatkan jajaran Koramil dan Babinsa serta masyarakat setempat.

Ia berharap masyarakat ikut menjaga dan memelihara jembatan agar infrastruktur tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, Siska berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Kendari dan TNI Angkatan Darat terus berlanjut. Menurutnya, masih terdapat sejumlah kebutuhan infrastruktur masyarakat yang membutuhkan penanganan bersama.

Dengan hadirnya dua Jembatan Garuda, akses masyarakat Punggolaka dan Kadia kini semakin terbuka. Infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar perjalanan warga, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.(SM)