NewsMetro

Sekolah Rakyat Kendari Jadi Harapan Baru Anak Keluarga Miskin, Gubernur Sultra Tinjau Langsung Fasilitas dan Pembangunan

16
×

Sekolah Rakyat Kendari Jadi Harapan Baru Anak Keluarga Miskin, Gubernur Sultra Tinjau Langsung Fasilitas dan Pembangunan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI-Program Sekolah Rakyat di Kota Kendari mulai menunjukkan wajah baru pendidikan berbasis pemberdayaan masyarakat. Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, turun langsung meninjau pelaksanaan program tersebut di kawasan Sentra Meohai, Kelurahan Lepo-Lepo, Selasa (26/5/2026).

Didampingi Wali Kota Kendari dan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sultra, gubernur mengecek langsung aktivitas belajar siswa, fasilitas pendidikan, hingga progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang ditargetkan rampung tahun ini.

Kunjungan dimulai dari ruang kelas tingkat SMP. Di hadapan para siswa, Andi Sumangerukka berbincang santai mengenai kehidupan mereka sebelum masuk Sekolah Rakyat, termasuk kondisi keluarga dan pengalaman selama mengikuti pendidikan berbasis asrama tersebut.

Suasana haru sempat terlihat ketika salah seorang siswi meneteskan air mata saat berbicara dengan gubernur. Meski begitu, percakapan berlangsung hangat dan penuh perhatian. Gubernur beberapa kali memberikan motivasi kepada para siswa agar tetap semangat menempuh pendidikan.

Menurut Andi Sumangerukka, Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pembentukan karakter.

“Maksud kunjungan ini untuk melihat langsung bagaimana kondisi Sekolah Rakyat. Saya ingin memastikan program ini benar-benar berjalan baik dan memberi manfaat. Dari yang saya lihat, anak-anak senang berada di sini,” ujarnya.

Ia menilai perubahan pola hidup menjadi poin penting dalam program tersebut. Para siswa dibiasakan hidup disiplin, tertib, bersih, dan mandiri sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

“Cara memutus mata rantai kemiskinan itu salah satunya dengan mengubah kebiasaan. Mereka dilatih hidup rapi, tertib, disiplin, dan rajin. Itu yang saya lihat mulai terbentuk di sini,” katanya.

Usai dari ruang kelas, rombongan melanjutkan peninjauan ke Laboratorium Komputer, perpustakaan, Klinik Pratama, hingga asrama siswa. Gubernur tampak memperhatikan kondisi lingkungan serta fasilitas yang digunakan peserta didik sehari-hari.

Saat ini, Sekolah Rakyat tahap awal di Kendari menampung 49 siswa tingkat SMP yang terdiri dari 30 laki-laki dan 19 perempuan. Sementara untuk jenjang SD dan SMA masing-masing direncanakan menerima 50 siswa.

Untuk sementara, kegiatan belajar tingkat SD dan SMA masih menggunakan gedung Balai Latihan Kerja sambil menunggu pembangunan fasilitas utama selesai.

Dalam kesempatan itu, Andi Sumangerukka juga meninjau progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan Abeli Dalam. Berdasarkan laporan yang diterima, progres pembangunan telah mencapai sekitar 67 persen.

Ia menyebut material pembangunan saat ini tersedia cukup, namun pengerjaan masih terkendala keterbatasan tenaga kerja. Meski demikian, proses pembangunan terus dipacu demi mengejar target penyelesaian.

“Pekerjaan dilakukan sampai jam satu malam untuk percepatan. Target kita Juli sudah bisa rampung,” ungkapnya.

Gubernur meminta kontraktor tetap menjaga kualitas bangunan meski pengerjaan dilakukan secara cepat. Ia menegaskan, Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tenggara.

Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Selain pendidikan gratis, siswa juga mendapatkan fasilitas asrama, layanan kesehatan, hingga pembinaan karakter selama menjalani pendidikan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap program tersebut mampu melahirkan generasi yang lebih mandiri, berpendidikan, dan memiliki kesempatan hidup yang lebih baik di masa depan.(SM)