NewsMetro

110 Kali GPM Digelar, Pemkot Kendari Terus Jaga Stabilitas Harga Pangan

6
×

110 Kali GPM Digelar, Pemkot Kendari Terus Jaga Stabilitas Harga Pangan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat pengendalian harga pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Sepanjang 2026, program yang menyasar kebutuhan pokok masyarakat tersebut telah dilaksanakan dan difasilitasi sebanyak 110 kali.

Terbaru, Pemkot Kendari berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara menggelar GPM di kawasan Eks-MTQ Kota Kendari, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga Sabtu (12/9/2026) ini menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan, pelaksanaan GPM merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan harga yang lebih terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah ini merupakan langkah nyata pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat, menjaga daya beli, serta menekan laju inflasi melalui stabilisasi harga kebutuhan pokok,” ujar Siska.

Menurutnya, intensitas pelaksanaan GPM menunjukkan bahwa pemerintah tidak menunggu gejolak harga terjadi untuk melakukan intervensi. Pemantauan dan pengendalian dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.

Pemkot Kendari bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait juga rutin memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di 14 pasar yang tersebar di Kota Kendari.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan komoditas, menjaga stabilitas harga serta memastikan harga jual di tingkat masyarakat tetap sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Upaya tersebut menjadi penting karena harga sejumlah kebutuhan pokok turut dipengaruhi biaya transportasi dan distribusi, terutama komoditas yang pasokannya berasal dari luar daerah.

Berdasarkan perkembangan inflasi daerah, inflasi Kota Kendari pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,66 persen. Pemerintah daerah terus mewaspadai berbagai faktor yang berpotensi mendorong kenaikan harga, terutama gangguan pasokan dan distribusi.

Di tengah upaya menjaga harga pangan, perekonomian Kota Kendari juga mencatat pertumbuhan 7,78 persen. Berdasarkan rilis Kementerian Dalam Negeri, angka tersebut menempatkan Kendari sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Siska menilai pertumbuhan ekonomi harus diikuti dengan terjaganya daya beli. Sebab, pertumbuhan yang tinggi akan lebih berarti apabila masyarakat mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan kondisi harga yang relatif terkendali.

Dalam GPM yang digelar bersama Kejati Sultra, masyarakat dapat memperoleh sejumlah komoditas kebutuhan pokok, seperti beras SPHP dari Bulog, gula pasir dan Minyakita. Kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan voucher kepada masyarakat.

Perwakilan Kejati Sultra Agus Sudiarto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk bakti Kejaksaan kepada masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, Bulog, Bank Indonesia dan pelaku usaha diharapkan memperluas manfaat GPM.

Sebelumnya, pada 2025 Pemkot Kendari juga telah melaksanakan dan memfasilitasi GPM sebanyak 120 kali. Konsistensi tersebut menunjukkan pengendalian pangan ditempatkan sebagai agenda berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan insidental.

Pemkot Kendari berharap rangkaian intervensi pangan tersebut mampu menjaga pasokan, menahan gejolak harga dan memperkuat daya beli masyarakat. Di sisi lain, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar stabilitas pangan dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah.(SM)