NewsMetroPariwisata

Walikota Kendari Buka Kegiatan Pelatihan Digitalisasi Kepariwisataan

441
×

Walikota Kendari Buka Kegiatan Pelatihan Digitalisasi Kepariwisataan

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Walikota Kendari Sulkarnain Kadir didamping Sekda Kota kendari dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Kendari, membuka dengan resmi Pelatihan Digitalisasi Kepariwisataan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari. (7/9/2021)

Kegiatan Pelatian ini akan mengangkat sejumlah materi penting dalam hal branding, pemasaran dan penjualan pada Desa/kampung Wisata, Homestay/pondok wisata, wisata kuliner, souvenir dan Fotografi.

Dalam sambutannya walikota Kendari berharap, kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan para peserta mampu menyerap betul materi-materi yang disajikan oleh pemateri dengan standar kualifikasi yang profesional.

” saya berharap dengan kegiatan Pelatihan Digitalisasi ini, dapat diterapkan dengan baik untuk pengembangan pariwisata kota kendari kedepannya. Meskipun saya tau pariwisata merupakan salah satu sektor yang paring terpuruk akibat pandemi covid 19, namun perlahan kita coba bangkit kembali dan momentum seperti ini dijadikan modal untuk dunia kepariwisataan kota kendari yang lebih maju meski dengan suasana agak berbeda karena tetap penerapan standar protokol kesehatan diutamakan ” ucap Sulkarnain dalam sambutannya.

Sementara itu pihak panitia penyelenggara kegiatan dalam laporannya yang dismapaikan Sekretaris DInas Dikbudpar Kota Kendari mengungkapkan, kegiatan ini sendiri baru bisa dilaksanan saat ini setelah melalui persetujuan dan evaluasi gugus tugas covid 19 provinsi sultra, sehingga kegiatan ini wajib dengan standar protokol kesehatan termasuk jumlah kuota peserta yang terpaksa harus dikurangi.

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 7 hingga 9 September 2021 ini, menghadirkan pemteri dari unsur pemerintah yang diwakili sekda kota kendari terkait kebijakan-kebijakan atau regulasi kepariwisataan kota kendari, para perwakilan akademisi, profesional profesi hingga pemerhati dan praktisi pariwisata kota kendari khususnya terkait dunia promosi dan pemasaran pariwisata.

Sementara untuk perseta terdiri dari unsur pengelola destinasi pariwisata, pengelola desa/kampung wisata, pengelola daya tarik wisata, pelaku usaha sektor pariwisata dan masyarakat umum.

 

Ahmad nizar/teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News