MetroNews

Bappeda Kendari Susun Rencana Aksi Lima Tahun, Libatkan Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting

26
×

Bappeda Kendari Susun Rencana Aksi Lima Tahun, Libatkan Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI, – Pemerintah Kota Kendari mulai mematangkan strategi percepatan penurunan stunting untuk lima tahun ke depan. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pemerintah menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Dokumen Rencana Aksi Daerah (RAD) Stunting Kota Kendari Tahun 2025–2029 sebagai upaya menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kota Kendari, Rabu (29/7/2026), dipimpin Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kota Kendari, Atikasari.

FGD tersebut menjadi tahapan awal dalam menghimpun data, masukan, serta menyelaraskan persepsi lintas sektor sebelum dokumen RAD Stunting ditetapkan sebagai acuan pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Kota Kendari selama periode 2025–2029.

Dalam arahannya, Atikasari menegaskan bahwa penyusunan dokumen tersebut harus berbasis data yang akurat dan kondisi riil di lapangan agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab tantangan penanganan stunting secara tepat sasaran.

Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan, melainkan memerlukan sinergi seluruh organisasi perangkat daerah beserta mitra pembangunan.

“Keberhasilan upaya percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah dan mitra terkait,” ujarnya.

FGD itu melibatkan berbagai instansi, di antaranya BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta sejumlah bidang di lingkungan Bappeda Kota Kendari.

Selain perangkat daerah, forum tersebut juga menghadirkan sejumlah akademisi dan tenaga ahli di bidang kesehatan masyarakat dan gizi, yakni Dr. Sultan Akbar Toruntju, SKM., M.Kes., Dr. La Banudi, SST., M.Kes., Rasmaniar, SKM., M.Kes., dan Sudarmin, S.Gz., M.Gizi.

Kehadiran para ahli diharapkan mampu memperkuat penyusunan kebijakan berbasis bukti ilmiah sekaligus memberikan rekomendasi strategis sesuai karakteristik dan kebutuhan Kota Kendari.

Selama diskusi berlangsung, peserta membahas berbagai aspek yang menjadi fokus intervensi percepatan penurunan stunting. Pembahasan meliputi penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan kualitas gizi masyarakat, penguatan ketahanan pangan, penyediaan sanitasi dan permukiman yang layak, hingga strategi edukasi dan komunikasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting.

Setiap organisasi perangkat daerah juga memaparkan peran dan kontribusi sesuai tugas pokok dan fungsinya agar pelaksanaan program nantinya berjalan lebih terintegrasi dan saling mendukung.

Melalui penyusunan RAD Stunting 2025–2029, Pemerintah Kota Kendari berharap seluruh program percepatan penurunan stunting dapat memiliki arah yang lebih jelas, terukur, dan berkesinambungan. Dokumen tersebut nantinya menjadi pedoman bagi seluruh perangkat daerah dalam menyusun program dan kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.(SM)