NewsMetro

Siska Ajak Daerah Beralih ke Pengelolaan Sampah Terpadu, Kendari Siap Adopsi Inovasi Antarkota

23
×

Siska Ajak Daerah Beralih ke Pengelolaan Sampah Terpadu, Kendari Siap Adopsi Inovasi Antarkota

Share this article

TERAMEDIA.ID, DEPOK, – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat komitmennya mewujudkan tata kelola persampahan yang lebih modern dan berkelanjutan. Upaya tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan Wali Kota Kendari, dr. Siska Karina Imran, dalam forum City-to-City Learning and Innovation Lab: Waste Management Practices yang diselenggarakan United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) bersama Pemerintah Kota Depok di Margo City Hotel, Depok, Selasa (28/7/2026).

Forum yang berlangsung selama dua hari itu menjadi wadah bagi pemerintah daerah dari berbagai wilayah untuk bertukar pengalaman, memperkuat kolaborasi, sekaligus membahas berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah perkotaan.

Wali Kota Kendari hadir didampingi Kepala Bappeda Kota Kendari Muhammad Saiful, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Kendari Seko Kaimuddin, serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari.

Dalam forum tersebut, Siska menegaskan bahwa tantangan pengelolaan sampah di perkotaan semakin kompleks sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Menurutnya, sistem pengelolaan sampah tidak lagi cukup hanya mengandalkan pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir, tetapi harus dimulai sejak dari sumbernya.

“Pengelolaan sampah harus bergerak dari pola kumpul, angkut, dan buang menuju sistem yang terintegrasi dan berbasis ekonomi sirkular. Hal ini membutuhkan kebijakan yang kuat, kelembagaan yang jelas, dukungan pembiayaan, teknologi yang sesuai, serta perubahan perilaku masyarakat,” ungkap Siska.

Wali kota menjelaskan, Pemerintah Kota Kendari saat ini terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Kolaborasi tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat.

Berbagai langkah yang telah disiapkan meliputi peningkatan layanan persampahan, penguatan budaya pemilahan sampah dari rumah tangga, pengembangan bank sampah dan TPS 3R, pengolahan sampah organik, hingga penjajakan penerapan teknologi pengolahan sampah yang sesuai dengan karakteristik daerah.

Menurut Siska, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan pengelolaan.

“Sampah bukan hanya persoalan kebersihan. Di dalamnya ada isu kesehatan, lingkungan, perubahan iklim, ketahanan kota, hingga peluang ekonomi. Karena itu dibutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, hingga mitra pembangunan,” katanya.

Selain membahas penguatan kebijakan dan koordinasi kelembagaan, forum UCLG ASPAC juga mengangkat berbagai isu strategis seperti inovasi pembiayaan persampahan, pengembangan model bisnis bank sampah, pemanfaatan material daur ulang, serta penerapan prinsip kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial dalam tata kelola sampah.

Kepala Bappeda Kota Kendari Muhammad Saiful mengatakan hasil pembelajaran dari forum tersebut akan menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan persampahan secara terpadu.

Sementara itu, Kepala BRIDA Kota Kendari Seko Kaimuddin menegaskan pihaknya siap mendukung pengembangan inovasi melalui kajian ilmiah dan riset kebijakan, sedangkan DLHK akan memperkuat implementasi teknis di lapangan.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi tematik mengenai teknologi pengelolaan sampah, tata kelola kelembagaan, pembiayaan, hingga kunjungan lapangan ke sejumlah fasilitas pengolahan sampah di Kota Depok, termasuk pengolahan sampah organik berbasis maggot di Kelurahan Jatijajar serta pengelolaan minyak jelantah dan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Baktijaya.(SM)