NewsMetro

Kendari Tembus Forum Kepemimpinan Internasional, Siska Karina Imran Jadi Peserta Asia-Pacific Mayors Academy 2026

29
×

Kendari Tembus Forum Kepemimpinan Internasional, Siska Karina Imran Jadi Peserta Asia-Pacific Mayors Academy 2026

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Kota Kendari kembali mencatatkan prestasi di kancah internasional. Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M., terpilih sebagai salah satu peserta Asia-Pacific Mayors Academy (APMA) 2026, sebuah program pengembangan kepemimpinan yang mempertemukan para wali kota dan pemimpin daerah dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan UN-Habitat Bangkok Office, APMA 2026 diikuti 14 kepala daerah dari enam negara, yakni Indonesia, India, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, dan Filipina. Dari Indonesia, Siska Karina Imran menjadi satu-satunya kepala daerah yang mendapat kesempatan mengikuti program bergengsi tersebut.

Asia-Pacific Mayors Academy merupakan program yang dirancang untuk memperkuat kapasitas para pemimpin daerah dalam merancang, mengelola, dan membiayai pembangunan perkotaan yang inklusif, tangguh, cerdas, serta berkelanjutan. Melalui forum ini, para peserta tidak hanya memperoleh materi dari para pakar dunia, tetapi juga saling bertukar pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan.

Sejak April 2026, seluruh peserta mengikuti rangkaian pembelajaran yang terdiri atas modul interaktif, diskusi kebijakan, pertukaran pengalaman antarpemimpin kota (peer-to-peer learning), hingga pendampingan langsung dari para ahli internasional. Setiap wali kota juga diwajibkan menyusun proyek atau inisiatif kota yang akan menjadi solusi atas tantangan pembangunan di daerah masing-masing.

Dalam forum tersebut, Wali Kota Kendari mengangkat sejumlah program unggulan yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota Kendari. Enam inisiatif itu meliputi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, penguatan ketahanan terhadap banjir dan perubahan iklim, perlindungan kawasan mangrove dan pesisir, penambahan ruang terbuka hijau, transformasi pelayanan publik berbasis digital, serta pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut sejalan dengan enam fokus utama APMA 2026, yakni perencanaan kota berkelanjutan, penanganan multi-krisis, pembangunan wilayah inklusif, ketahanan kota dan aksi iklim, pengembangan smart city dan inovasi digital, serta pembiayaan pembangunan berkelanjutan.

Selama mengikuti akademi, para peserta memperoleh pendampingan dari para mentor yang berasal dari berbagai lembaga internasional, di antaranya UN-Habitat, UN ESCAP, UCLG ASPAC, Association of Pacific Rim Universities (APRU), United Nations University–Institute for the Advanced Study of Sustainability (UNU-IAS), dan Institute for Global Environmental Strategies (IGES).

Keikutsertaan Kendari dalam APMA 2026 diharapkan memberikan manfaat strategis bagi pembangunan daerah. Selain memperluas jejaring internasional, forum tersebut juga membuka peluang kolaborasi, pertukaran inovasi, hingga akses terhadap berbagai peluang pembiayaan pembangunan yang mendukung terwujudnya kota yang berkelanjutan.

Partisipasi ini juga menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Kendari untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dari berbagai kota di Asia Pasifik, sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi yang telah diterapkan di Kendari kepada komunitas internasional.

Lebih dari sekadar program pelatihan, Asia-Pacific Mayors Academy menjadi wadah bagi para pemimpin daerah untuk menyusun langkah konkret dalam menghadapi tantangan urbanisasi, perubahan iklim, serta kebutuhan pembangunan masa depan.

Kepercayaan yang diberikan kepada Wali Kota Siska Karina Imran menjadi bukti bahwa Kota Kendari semakin mendapat pengakuan di tingkat internasional. Melalui kolaborasi global dan pertukaran pengetahuan tersebut, diharapkan berbagai inovasi yang lahir dapat mempercepat terwujudnya visi pembangunan “Kendari Semakin Maju” dengan kota yang lebih tangguh, hijau, inklusif, dan berdaya saing di masa depan.(SM)