MetroNews

Tingkatkan Kapasitas Mahasiswa, AMSI Bersama FISIP UHO Teken Mou Dibidang Pendidikan dan Penelitian

741
×

Tingkatkan Kapasitas Mahasiswa, AMSI Bersama FISIP UHO Teken Mou Dibidang Pendidikan dan Penelitian

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menandatangi Memorandum of Understanding atau Mou dibidang pendidikan dan penelitian.

Kerjasama ini dalam rangka memperkuat kerja sama di bidang literasi digital, pengembangan jurnalisme berkualitas, dan peningkatan kapasitas mahasiswa di era media digital.

Koordinator Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Harnina Ridwan mengungkapkan pihaknya bekerjasama melalui penandatanganan MoU, dibidang pendidikan, penelitian dan pengabdian.

“Kalau kami dibidang penelitian biasanya bekerjasama dengan pihak eksternal agar bisa menunjang kegiatan kampus seperti magang mahasiswa,” katanya.

Lebih lanjut, Harnina menyampaikan khusus di Program Studi Ilmu Komunikasi dan Jurnalistik selalu mengadakan magang, sehingga dengan kerjasama ini para mahasiswa bisa mendapatkan ilmu pengetahuan melalui media massa.

Sedangkan untuk dibidang pendidikan, kampus bekerjasama dengan pihak eksternal untuk melaksanakan kegiatan seperti Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Menurut Harnina, kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam memperluas wawasan mahasiswa terhadap dunia media dan informasi.

“Kami berharap, karena kerjasama ini baru tahun ini bersama AMSI, harapannya ada output yang dihasilkan, seperti penelitian kami ditindak lanjuti, serta kegiatan mahasiswa juga bisa dengan lancar bersama AMSI,” pungkasnya.

Harnina juga berharap melalui sinergi ini, kampus dan industri media dapat mendorong terbentuknya masyarakat yang cerdas digital, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi serta menyebarkan informasi.(AN)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News