NewsMetro

Tenun Tolaki Sebagai Warisan Budaya

385
×

Tenun Tolaki Sebagai Warisan Budaya

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Tenun Tolaki khas daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal dikembangkan menjadi warisan budaya oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Kendari.

Rencananya program tersebut akan dibahas dalam agenda rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Kota Kendari, untuk selanjutnya di realisasikan pada 2023 mendatang.

Mendukung hal itu, Pejabat Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan, trobosan dan inovasi sangatlah dibutuhkan dalam pengembangan seni dan budaya di Kota Lulo ini.

Ia berharap rapat tersebut dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan dalam rangka pengembangan seni dan budaya, terutama para pengrajin di Kota Kendari yang tergabung dalam Dekranasda.

“Ada banyak harapan yang kita sampaikan, paling tidak Rakerda ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial saja, tetapi betul-betul menjadi tempat bertemu dan mensinergikan program pemerintah dengan program organisasi maupun masyarakat khususnya yang tergabung dalam Dekranasda,” ucapnya. Selasa (15/11/2022).

Sementara, Plt Ketua Dekranasda Sultra, Nur Endang Abbas mengingatkan agar Dekranasda Kendari tidak menyusun program kerja yang berbelit, melainkan program kerja yang bisa dilakukan dan disesuaikan dengan keuangan daerah.

“Setidaknya program kerjanya terdapat sinkronisasi, harmonisasi, dan sinergitas antara Dekranasda pusat, provinsi, dan Kota Kendari,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Pj Ketua Dekranasda Kota Kendari, Sitti Chomzah menjelaskan pihaknya akan melakukan perubahan pada motif dalam pengembangan tenun Tolaki di Kota Kendari.

“Tapi tetap diperlukan inovasi tanpa meninggalkan adat budaya itu sendiri,” ujarnya.

Untuk mewujudkan program tersebut, Siti Chomzah menyampaikan Pemerintah Kota Kendari sangat mendukung program Dekranasda Kota Kendari, yakni dengan menganggarkannya di dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk operasional Dekranasda.

Novrianti/teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News