NewsMetro

Peringati Hari Jadi Ke 77, Sat Brimob Polda Sultra Gelar Bakti Sosial Donor Darah

366
×

Peringati Hari Jadi Ke 77, Sat Brimob Polda Sultra Gelar Bakti Sosial Donor Darah

Share this article

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDADI – Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan bakti Sosial aksi donor darah dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke 77. pada Kamis (03/11/22).

Terpantau awak media Teramedia, animo peserta pendonor cukup baik yang ditandai dengan ramainya pengunjung untuk mendonorkan darahnya.

Banyaknya peserta, kata Komandan Satuan Brigade Mobil (Dansat Brimob), Kombes Pol A Darma Sinaga, dikarenakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), TNI AU, TNI AL, TNI AD, dari satuan Brimob sendiri serta Polairud Polda Sultra

Darma juga mengatakan, giat sosial ini dimotivasi dengan kerap sering menipisnya persediaan dara di Kota Kendari. Padahal, yang membutuhkan sangat banyak.

“dengan adanya kegiatan ini kami berharap dapat sedikit mencukupi kebutuhan darah apalagi disaat seperti sekarang ini permintaan akan kebutuhan darah di Rumah sakit kian banyak,” ujarnya.

Sementara itu, di lokasi yang sama, pihak PMI Sultra, Siti Aisyah, mengatakan jika semua golongan darah sangat dibutuhkan.

“Entah tipe golongan darah, A, B, O dan AB. Jadi semua kita butuhkan Ini juga bentuk kemanusiaan yang evektif dalam membantu pasien,” jelasnya.

“Banyaknya juga kegiatan donor darah sukarela ini menjadi kegiatan yang sangat membantu dan harus digalakkan dalam setiap instansi pemerintah maupun swasta,” sambung Aisyah.

Sebab, dirinya menilai juga, donor darah itu baik. Lagipula, kegiatan sosial ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat entah untuk sang pendonor dan juga menyelematkan nyawa bagi pasien yang membutuhkan.

“Ini adalah bentuk kerja-kerja yang bermanfaat bagi masyarakat, sebagai warna baru dalam melayani masyarakat,” tutupnya.

 

 

Dewa/ Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News