NewsKesehatanMetro

Pemprov Sultra Target Tetes Imunisasi Polio Pada Anak Usia 0-7 di Sultra Capai 95 Persen

356
×

Pemprov Sultra Target Tetes Imunisasi Polio Pada Anak Usia 0-7 di Sultra Capai 95 Persen

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio gratis di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di pusatkan di Kota Kendari, tepatnya di SDN 84 Kendari, Selasa (23/7/2024).

 

Kegiatan tersebut serentak dilaksanakan di 17 Kabupaten/Kota se-Sultra mulai dari Posyandu, Puskesmas, Sekolah hingga Pos Pelayanan Imunisasi.

 

Total dosis vaksin polio yang disediakan oleh Pemprov Sultra yaitu sebanyak 419.762 dosis. Sementara untuk Kota Kendari sendiri yaitu sebanyak 53.809 dosis.

 

Pj. Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto melalui Sekda Provinsi Sultra, Asrun Lio menekankan pentingnya imunisasi polio untuk mencegah lumpuh permanen pada anak.

 

“Untuk itu saya minta seluruh Dinas Kesehatan dan berbagai stakeholder yang terkait di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota dan seluruh masyarakat, agar mendukung untuk semangat berpartisipasi dalam menyukseskan PIN Polio ini,” ucapnya.

 

Pihaknya menarget cakupan tetes imunisasi polio ini mencapai 95 persen. Terlebih ungkapnya, vaksin polio ini telah melalui uji klinis sehingga aman untuk diberikan kepada anak-anak sebagai bentuk kekebalan tubuh terhadap virus polio.

 

“Sehingga dapat dipastikan bahwa tidak ada keraguan lagi tentang imunisasi ini,” tegasnya.

 

Tempat sama, pj. Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup memastikan logistik vaksin polio di Kota Kendari tercukupi guna mendukung program pemerintah tersebut.

 

Selain itu Pemkot Kendari membentuk Pokja PIN Polio, mensosialisasikan kepada seluruh elemen hingga membuka pos pelayanan imunisasi terdekat yang bisa dijangkau oleh masyarakat.

 

“Saya yakin di Kota Kendari bisa memastikan generasi bangsa sehingga bisa terhindar dari risiko penyakit polio melalui PIN Polio ini” ungkapnya. *(NV)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News