NewsHukum & KriminalMetro

Modus Pecah Ban Mobil, Begal Sadis di Kendari bawa Kabur Perhiasan dan Tikam Korbannya Hingga Tewas

1462
×

Modus Pecah Ban Mobil, Begal Sadis di Kendari bawa Kabur Perhiasan dan Tikam Korbannya Hingga Tewas

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Sebanyak Empat Orang Tidak Dikenal (OTK) membegal seorang wanita berinisial M (51 tahun) Hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi di depan DPRD Kota Kendari, Jl Madusila, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, pada Minggu 7 April 2024.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Aris Tri Yunarko, melalui Kasatreskrim AKP Fitryadi mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 15.00 WITA telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan mengakibatkan korban meninggal dunia yang dilakukan oleh pelaku 4 orang yang belum diketahui identitasnya.

“Korban M (51) meninggal dunia, dan Korban ND (24) mengalami luka memar dipipi sebelah kiri,” katanya.

Diungkapkan, peristiwa tersebut bermula ketika korban dari swalayan Indogrosir dan hendak menuju Pasar sentral kota melewati jalan arah lapulu menggunakan kendaraan roda empat.

“Tepatnya di Jalan Madusila (sebelum PLN) tiba-tiba kendaraan korban didekati pelaku berboncengan pakai sepeda motor Scoopy warna coklat dan berkata “Ban mobilmu kempes” kemudian ND berhenti dan keluar dari mobil dan 2 orang tersebut langsung masuk dan mengunci pintu dan ND mengetuk pintu mobil dan tidak lama kemudian ada 2 orang teman pelaku menyusul dan menutup kepala korban dengan sarung dan membawa ND masuk kedalam mobil dan menampar pipi sebelah kiri sebanyak 2 kali kemudian meminta barang berharga milik korban selanjutnya pelaku melarikan diri,” ungkapnya.

Sambungnya adapun barang milik korban yang diambil pelaku, Cincin emas 3 buah, Kalung emas 1 buah Anting emas 1 Pasang, Jam tangan 1 buah dan Handphone.

“Kemudian korban dibantu oleh warga yang melintas dibawa ke IGD RSUD kota Kendari, Korban masuk ke IGD RSUD kota Kendari pada pukul 15.35 Wita dan langsung dilakukan tindakan oleh petugas IGD dan dinyatakan oleh pihak IGD RSUD kota Kendari bahwa korban M masuk telah meninggal dunia dengan luka sebanyak 9 luka tusuk dibagian bagian leher dan badan korban,” pungkasnya.*(DW)

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News