NewsMetro

Knalpot Bogar Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas di Kendari

325
×

Knalpot Bogar Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas di Kendari

Share this article

 

TERAMEDIA.ID, KOTA KENDARI – Kendaraan berkenalpot bogar menjadi jenis pelanggaran lalu lintas (lantas) yang paling mendominasi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari, Kombes Pol Muhammad Eka Fathurrahman dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran (Kamseltibcar) Lantas di Aula Waspada Polresta Kendari, Senin (6/6/2022).

Ia menyampaikan, pada periode Januari – Mei 2022 pelanggaran kenalpot bogar tercatat mencapai 385 kasus.

“Penggunaan kenalpot bogar adalah jenis pelanggaran lalu lintas yang paling mendominasi di jalan raya periode Januari hingga mei tahun ini,” ujarnya.

Jelasnya, secara keseluruhan periode Januari – 2022 pelanggaran lantas di Kota Kendari mencapai 1.079 kasus.

“Secara keseluruhan pelanggaran lalu lintas di jalan raya Kota Kendari mencapai 1.079 kasus. Dari catatan kami pelanggaran ini didominasi oleh para pengendara roda dua sebanyak 1.048 kasus. Pelanggaran-pelanggaran yang mereka lakukan mulai dari kenalpot bising atau bogar, ketidaklengkapan surat-surat dan tidak mengenakan helm,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudika membeberkan pelaku pelanggar lantas didominasi oleh para pelajar atau mahasiswa dengan 469 kasus.

“Pelaku pelanggar lalu lintas kebanyakan didominasi oleh para palajar dan mahasiswa,” pungkasnya.

Dalam kasus tersebut kami akan menertibkan dan bakal menindak lanjuti pelanggaran lalu lintas ini.

Dewa/ Teramedia.id

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News