NewsDaerahPendidikan

Kepala SMKN 3 Kolut Klarifikasi Terkait Aksi Demo Para Siswa

416
×

Kepala SMKN 3 Kolut Klarifikasi Terkait Aksi Demo Para Siswa

Share this article

 

TERAMEDIA.ID.KOLAKA UTARA- Puluhan Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kolaka Utara (Kolut) Gelar aksi demonstrasi imbas dari hilangnya rasa kepercayaan kepada pemimpin (Kepala SMKN 3 kolut) di Lasusua, senin, (5/2/2024)

Mereka menyebut aksi mereka sebagai “Gerakan 5 februari 2024”. Terdapat delapan poin yang melatarbelakangi gerakan para siswa yang tertulis pada selembar kertas, diantaranya, tuduhan tidak adanya perubahan sekolah., organisasi hanya taunya proposal., Datang sekolah hanya merokok sana sini., Hilangnya kebersihan sekolah., Tidak layak dalam mengelola sekolah., Terancamnya peraihan sekolah., Rusaknya manajemen kepemimpinan sekolah.

Selain itu, peserta aksi juga membuat petisi penurunan Kepala Sekolah yang ditandatangani siswa-siswi SMKN 3 Kolaka Utara.

Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kolaka Utara (Kolut) Nasruddin, S.Pd., M.Pd. angkat bicara terkait aksi demonstrasi yang dilakukan para siswa, selasa, (6/2/2024)

Naruddin selaku Kepala Sekolah mengatakan bahwa aksi tersebut terjadi secara tiba-tiba dan sebelumnya tidak ada informasi yang sampai ke pihak sekolah.

“Kejadian kemarin itu tidak tahu-menahu bahwa akan ada kejadian seperti itu, dan selama ini juga tidak pernah ada informasi, jadi aksi kemarin terjadi secara tiba-tiba,” ucapnya.

Nasruddin menambahkan bahwa aksi yang dilakukan beberapa siswa tersebut mengaketkan Kepala Sekolah dan para guru sekolah karena terjadi tepat sebelum upacara berlangsung.

Disisi lain, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara Drs. H. Andi Rahman menegaskan bahwa Pihak Sekolah harus segera mengambil langkah-langkah setelah kejadian ini.

“Tentu langkah yang kita ambil adalah proses belajar mengajar harus tetap aktif dan meminta kepada Kepala Sekolah untuk mengadakan rapat internal lalu segera mengundang orang tua siswa untuk duduk bersama agar kejadian yang sama tidak terulang lagi,” tutupnya.(AF)

 

Editor : NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News