NewsDaerahHukum & Kriminal

Kasus Penganiayaan Pelajar Siswi di SMP 22 Konsel Berakhir Damai

504
×

Kasus Penganiayaan Pelajar Siswi di SMP 22 Konsel Berakhir Damai

Share this article

TERAMEDIA.ID, KONSEL – Kepolisian Resort (Polres) Konawe Selatan (Konsel) melalui Satreskrim, merespon cepat terkait laporan dugaan kasus tindak pidana penganiayaan, yang terjadi di Wilayah Hukum (Wilkum) Polsek Mowila. Selasa (27/2/2024).

Kasat Reskrim, AKP. Henryanto bersama personel langsung melakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan, terhadap saksi-saksi, serta pelapor di Polsek Mowila.

Pemeriksaan dilakukan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : lp/ b/ 04/ II/ 2024/ spkt, yang diterima Polsek Mowila oleh warga Desa Tetesingi, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konsel.

“Laporan dugaan tindak pidana penganiayaan atau kekerasan fisik, terhadap anak yang terjadi di SMPN 22 Konsel, cepat kami respon untuk mengetahui dasar masalahnya,” ucap Kasat Reskrim.

Lanjutnya, pihak terkait yang kami panggil untuk diambil keterangannya, antara lain pihak pelapor atas nama Ibu Narmin (43) dan kedua siswi yang terlibat perkelahian yakni LA (13) dan RL (14).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, terungkap kedua siswi saling berkelahi akibat kesalahpahaman,” jelasnya.

Selanjutnya antara pihak yang berseteru, telah menyadari kesalahpahaman dan sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan, serta saling memaafkan.

“Upaya mediasi kedua pihak telah dilakukan oleh sekolah. Namun proses diversi akan dilakukan dengan pendampingan dari Bapas Kelas IIA, untuk menentukan hasil dari mediasi yang telah dilaksanakan,” ungkapnya.

Selain itu, Kapolres Konawe Selatan AKBP Wisnu Wibowo juga akan berkoordinasi dengan Dinas terkait, serta sekolah-sekolah yang ada di Wilayah Hukum Polres Konawe Selatan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.*(DW)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News