NewsBencana / KecelakaanDaerah

Hilang 2 Minggu Lalu di Hutan Kecamatan Moramo, Pria Parubaya Ditemukan Dalam Kondisi MD

448
×

Hilang 2 Minggu Lalu di Hutan Kecamatan Moramo, Pria Parubaya Ditemukan Dalam Kondisi MD

Share this article

TERAMEDIA.ID, KENDARI – Seorang pria parubaya bernama Supriyadi (87) tahun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia usia 2 minggu lalu dinyatakan hilang oleh keluarga korban.

Dalam berita sebelumnya yang diberitakan Teramedia.id, korban keluar dari rumah tanpa diketahui tujuannya kemana. Selanjutnya dinyatakan hilang di hutan antara Desa Bakutaru dan Desa Marga Cinta Kecamatan Moramo kabupaten Konawe Selatan Sulawesi Tenggara.

Sekitar pukul 12.00 Wita tetangga korban bernama Jaya melihat korban saat saksi menuju ke kebunnya. Selanjutnya pencarianpun tdilakukan oleh warga dan anggota polsek moramo dengan hasil nihil.

Kepala KPP Kendari, Muhamad Arafah menyampaikan, pasca 2 minggu dinyatakan hilang, korban ditemukan oleh seorang petani dalam keadaan meninggal dunia.

“Pada pukul 09.10 Wita terima informasi dari keluarga korban yang melaporkan penemuan korban dalam keadaan MD oleh petani didaerah kebun jambu punggulipapo,” jelasnya, Senin (26/2/2024).

Setelah menerima informasi tersebut, pihaknya memberangkatkan tim Rescue KPP Kendari untuk memberikan bantuan evakuasi. Selanjutnya di pukul 12.15 Wita Tim telah melaksanakan evakuasi untuk selanjutnya korban dibawa menuju RS Bhayangkara Kendari untuk dilaksanakan autopsi.

“Alut yang digunakan antara lain, Rescue Carrier, Ambulance, Palsar Evakuasi, Palsar Medis, Peralatan komunikasi, Peralatan pendukung keselamatan lainnya,” tutupnya. *(ST).

 

Editor:NZ

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News