NewsMetro

DP3A Kota Kendari Hadirkan Puspaga Sanggula, Menyediakan Layanan Konseling Gratis untuk Masyarakat

467
×

DP3A Kota Kendari Hadirkan Puspaga Sanggula, Menyediakan Layanan Konseling Gratis untuk Masyarakat

Share this article

TERAMEDIA.ID,KOTA KENDARI- Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari hadirkan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Sanggula.

 

Puspaga Sanggula memberikan layanan secara gratis kepada masyarakat mulai dari konseling/konsultasi, sosiaslisasi, edukasi, bimbingan masyarakat, penjangkauan dan rujukan.

 

Sekdis DP3A Kota Kendari, sekaligus Ketua Puspaga Sanggula Kendari, Jumiati mengatakan program ini menyasar mulai dari anak, remaja, calon pengantin, keluarga hingga sekolah.

 

“Puspaga Sanggula Kendari merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Kendari untuk meningkatkan kualitas keluarga, dengan menguatkan peran orang tua untuk dapat mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga,” ungkapnya, Rabu (17/7/2024).

 

Jumiati menuturkan, jika layanan ini disambut baik oleh masyarakat yang datang, sehingga ia berharap melalui layanan ini dapat memberikan jalan keluar dari permasalahan masyarakat.

 

“Karena sudah banyak masyarakat yang pikirannya takut atau awam sudah mau berkonsultasi, terkait dispensasi nikah untuk catin diberikan edukasi terhadap pernikahan, termasuk persiapan mental dan fisik,”jelasnya.

 

Lebih lanjut Jumiati menyebutkan, selama 2024 sudah ada 11 orang yang melakukan konsultasi, sementara untuk pra dispensasi nikah sebanyak 12 orang.

 

Terdapat 6 orang Konselor dan 2 orang Psikolog yang disediakan untuk masyarakat yang ingin melakukan konseling/konsultasi, berpusat di Kantor DP3A Kota Kendari.

 

“Harapannya adanya Puspaga ini kita inginkan pola asuh anak terpenuhi, dan bagi keluarga agar kita semua dapat produktif baik dalam bekerja,” pungkasnya.

 

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan bisa mendaftar online melalui website https://puspaga.kendarikota.go.id atau melalui kontak 082349628520. (NV)

editor:DN

11 Pejabat Berebut 4 Kursi Kepala OPD, Pemkot Kendari Uji Visi dan Integritas Kandidat KENDARI – Persaingan menuju kursi pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Kendari mulai mengerucut. Sebanyak 11 pejabat mengikuti seleksi untuk mengisi empat jabatan strategis yang selama ini masih lowong. Seleksi tersebut tidak hanya menjadi ajang adu rekam jejak, tetapi juga panggung bagi para kandidat untuk memaparkan visi kepemimpinan mereka. Tahapan wawancara yang digelar Kamis (9/4/2026) dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, di ruang rapat Sekda. Empat posisi yang diperebutkan yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah, serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Di posisi BKAD, tiga nama yang bersaing adalah La Ode Marfin Nurjan, Inand Irojasa, dan Ivan Eka Hadianto Maasy. Sementara pada kursi Kepala Dinas PUPR, kandidat yang bertarung yakni Ivan Eka Hadianto Maasy, Muhammad Jayadi, dan Muhammad Azwar Kurdin. Untuk Badan Riset dan Inovasi Daerah, peserta seleksi terdiri dari Seko Kaimuddin Haris, Zulkarnaim, dan Santiwati. Sedangkan jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah diikuti oleh Rukmana, Machlil Rusmin, dan Eni Misni Arwati. Kepala BKPSDM Kota Kendari, Alfian, Jumat (10/4/2026) menyebutkan, seluruh peserta yang kini mengikuti wawancara telah melewati tahapan administrasi dan uji kompetensi. Artinya, kandidat yang tersisa merupakan figur-figur yang dinilai layak secara awal untuk menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama. Dalam proses wawancara, panel penguji menggali lebih dalam kemampuan manajerial, pengalaman birokrasi, hingga gagasan strategis yang ditawarkan masing-masing peserta. Pendekatan ini menjadi bagian dari penerapan manajemen talenta yang mulai diperkuat di lingkup Pemkot Kendari. Amir Hasan menegaskan, seleksi ini bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan, tetapi memastikan roda pemerintahan dijalankan oleh figur yang tepat. “Kita ingin memastikan setiap kandidat tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga punya visi yang jelas, integritas, dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya. Menurutnya, sistem manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Melalui sistem ini, promosi jabatan dilakukan secara lebih objektif dan transparan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Kendari membangun kultur kerja yang kompetitif di kalangan aparatur sipil negara. Setiap ASN didorong untuk terus meningkatkan kapasitas diri karena peluang menduduki jabatan terbuka berdasarkan kemampuan. Dengan seleksi yang ketat, pemerintah berharap pejabat yang terpilih nantinya mampu langsung bekerja dan memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan serta peningkatan kualitas layanan publik di Kota Kendari.
News